SULTRALINE.ID, MUNA – Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak 2020 tinggal menghitung hari lagi tepatnya 9 Desember.
Untuk di Sulawesi Tenggara (Sultra), Pilkada Kabupaten Muna yang paling menyita perhatian publik. Terlihat Dua pasangan calon (Paslon) nomor urut satu dan dua, LM Rusman Emba-Bachrun Labuta (TERBAIK) dan LM Rajiun Tumada-La Pili (RAPI) saling berebut suara masyarakat. Yang terbaru soal hasil lembaga survei yang memetakan posisi suara masing-masing.
Menanggapi hasil survei berbagai lembaga yang telah tersebar luas, Juru bicara Paslon nomor urut 2, RAPI, Wahidin Kusuma Putra menilai Paslon nomor urut 1 tidak berprestasi, bahkan berbagai survei yang telah rilis memperlihatkan Paslon RAPI unggul.
Ia menyebutkan, LM Rusman Emba (Petahana) sudah pusing melihat hasil survei yang mayoritas memenangkan RAPI. Bahkan ia menduga Paslon nomor 1 akan memainkan pola-pola yang kurang bijak yakni money politik
Juru Bicara Paslon RaPi, Wahidin Kusuma Putra menduga bahwa untuk bisa memenangkan Pilkada Muna,
“Calon Petahana Rusman Emba akan melakukan money politic dalam skala yang besar. Hal ini menurutnya akan dilakukan petahana karena selama memimpin Muna tidak memiliki prestasi yang bisa dijual ke masyarakat,” duga dia.
“Track Record kepemimpinan Rusman selama periode pertama sangat buruk. Janji politik saat kampanye di tahun 2015 lalu juga hampir tidak ada yang dipenuhi. Janji politiknya kepada rakyat yang tertuang dalam RPJMD dikhianati dengan melakukan perubahan RPJMD. Situasi ini otomatis melukai hati rakyat serta menghilangkan kepercayaan diri Rusman untuk bisa merebut kembali hati rakyat. Pola – pola intervensi dan intimidasi dengan memanfaatkan program PKH dan Bedah Rumah yang terindikasi dilakukan secara masif oleh perangkat pemerintah juga hasilnya tidak maksimal dalam rangka mendongkrak dukungan suara terhadap Rusman. Maka pilihan terakhir, kemungkinan Rusman akan melakukan Money Politic atau beli suara” jelasnya.
Dua Lembaga Survey resmi mengumumkan bahwa paslon Rajiun – La Pili yang akan memenangkan Pilkada Muna 2020. Lembaga Survey Barometer Suara Indonesia (BSI) menempatkan elektabilitas Pasangan Rajiun – La Pili sebesar 42,50%, Rusman Bahrun 36,36%, serta swing voters 21,14%. Sementara Lembaga Fixpoll menempatkan elektabilitas pasangan Rajiun – La Pili 46,9%, Rusman – Bahrun 37,4% dan Swing Voters 15,7%.
“RaPi sudah menang menurut dua lembaga survey itu. Antara BSI dan Fixpoll hasilnya tidak berbeda jauh. Ini juga hasil Survey dengan data paling baru yang diambil di akhir november. Jelas lebih akurat dan lebih realistis dibanding survey THI yang mengambil data di bulan oktober yang juga diduga pesanan Rusman. Hasil ini jelas membuat Rusman stress. Cara terakhir yang mungkin saja mereka lakukan adalah membeli suara dan mendesain konflik. Namun kami sudah membaca ini sejak jauh hari dan sudah ada persiapan untuk mengantisipasi pola – pola tersebut. Kami akan terus mengawal agar masyarakat memilih sesuai dengan hati nuraninya, dimana dalam hati kecil masyarakat Muna saat ini sangat menginginkan untuk ganti rasa” papar pria yang kerab disapa Wahidin.
Ditanya apakah Paslon RaPi juga akan melakukan Money Politic, Jubir Paslon RaPi menjelaskan bahwa langkah yang akan dilakukan RaPi di menit akhir pertarungan Pilkada hanyalah menjaga dan mengawal suara kemenangan RaPi.
“Paslon RaPi sesungguhnya sejak oktober sudah meraih dukungan terbanyak. Kami sudah perintahkan tim untuk melakukan pendataan door to door, hasilnya paslon RaPi mendapatkan dukungan terbanyak. Kami sangat tahu mana masyarakat pemilih RaPi, pemilih Rusman juga masyarakat yang masih belum menentukan pilihan. Keluarnya hasil survey dari dua lembaga Survey semakin menyempurnakan keyakinan akan kemenangan RaPi. Jadi saat ini, kami perintahkan Tim untuk menjaga dan mengawal suara – suara kemenangan itu. Kalau Rusman mau beli suara akan kami antisipasi dengan Satgas. Kalau lolos uangnya, maka tidak menutup kemungkinan kami akan memberikan lebih banyak dari yang diberikan Rusman. Pak Rajiun sejak di Pilkada Muna Barat tidak suka melakukan money politic, tapi jika lawan mencoba mempengruhi pilihan rakyat dengan uang, maka tim – tim RaPi akan siapkan juga demi menetralisir kembali pengaruh uang itu. Tujuan kami bukan untuk beli suara, tujuan kami hanya untuk menetralisir pengaruh uang dari Rusman, agar masyarakat kembali memilih paslon RaPi sesuai dengan hati nuraninya” tutup Wahidin.
Laporan : TIM



































