Oleh : Asrul Ashar Alimuddin, SE (Statistisi Pertama BPS Kota Kendari)
Memasuki Agustus, setiap tahunnya seluruh rakyat Indonesia bersiap menyambut hari yang sangat istimewa yaitu Hari Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Tepat 75 tahun silam, para pemimpin bangsa berkumpul dan presiden pertama Indonesia yakni Ir. Soekarno bersama Muhamad Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia dengan ditandai pembacaan naskah proklamasi. Momentum ini mengingatkan bangsa Indonesia pada sejarah perjuangan pahlawan bangsa yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Selain itu, serangkaian kejadian pada masa sebelum proklamasi, mengajarkan bangsa Indonesia untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan dapat terbebas dari penjajahan negara lain. Pada masa perjuangan kemerdekaan, para generasi terdahulu harus mengobarkan jiwa dan raga, berlumuran darah untuk menjadikan Indonesia terbebas dari penjajahan.
Sekarang, dimana Indonesia sudah merdeka, tentunya generasi yang ada tidak harus memanggul senjata atau menggunakan bambu runcing untuk berjuang. Beda zaman, beda juga dalam mengimplementasikan perjuangan. Pada saat sekarang generasi pelanjut dituntut untuk berjuang dengan cara belajar yang rajin, bekerja dengan keras dan berpikir secara inovatif. Pada era globalisasi sekarang ini, tantangan yang dihadapi generasi penerus akan semakin berat. Para anak muda harus menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, mampu bersaing dan memiliki ketahanan nasional dalam menghadapi segala situasi. Berbagai krisis yang terjadi di dunia saat ini, harus disikapi dengan kerja keras dan semangat yang membara, pikiran yang inovatif, sehingga bisa menyelamatkan Indonesia.
Selain itu, berbagai tantangan di dalam negeri, mulai dari keutuhan bangsa, keamanan, pengangguran, kemiskinan dan kesejahteraan juga memerlukan kerja keras dari para generasi penerus bangsa. Untuk itu, sebagai generasi penerus bangsa, kita tidak boleh berleha-leha, larut dalam eforia kemerdekaan, tanpa melakukan apa pun untuk mengisinya. Yang muda yang berjuang adalah ungkapan yang pas untuk memaknai Kemerdekaan RI, sebagai implementasi dari semangat juang 45.
Gegap gempita perayaan hari kemerdekaan Indonesia biasanya berlangsung dengan sangat meriah di seluruh penjuru Tanah Air. Ketika hari kemerdekaan tiba akan begitu banyak kegembiraan dan masyarakat berkumpul untuk melakukan banyak aktivitas seperti perlombaan atau pertandingan antar wilayah. Namun perayaan kemerdekaan tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya mengingat Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19. Selama pandemi berlangsung, menjaga jarak fisik (physical distancing) dari orang lain merupakan salah satu protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah Indonesia.
Hal ini sangat penting guna memutus mata rantai penyebaran dan mengurangi resiko penularan Covid-19. Dari peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI, kita setidaknya memiliki beberapa modal dasar yang telah diwariskan para pendahulu bangsa, yang dapat dikapitalisasi sebagai faktor pengungkit untuk bangkit menuju Indonesia Maju. Sejak dahulu kala, nilai-nilai gotong royong, kerja sama dan empati telah tumbuh subur dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketangguhan, pantang menyerah dan daya adaptasi para pendahulu bangsa dalam merebut kemerdekaan telah pula terbukti mampu membawa perjalanan Bangsa Indonesia keluar dari belenggu penjajahan, merebut kemerdekaan, dan keluar dari masa-masa sulit, sekaligus membuktikan Indonesia sebagai bangsa besar dan bangsa petarung.
Spirit ini semakin relevan di tengah kondisi bangsa kita yang tengah menghadapi dampak pandemi covid-19 dan secara paralel berjuang untuk memastikan tiga prioritas: Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh dapat berjalan optimal pada tataran implementasi sehingga dipastikan dapat bersinergi guna bangkit dalam menggapai Indonesia Maju. Pandemi covid-19 juga telah mengubah cara dan kebiasaan kerja, terjadi transformasi digital dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan cara-cara yang lebih efisien, efektif, transparan, dan akuntabel, transformasi digital ini diharapkan dapat terus ditingkatkan pada masa-masa mendatang. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mencatat, ekonomi RI pada kuartal II-2020 minus 5,32 %. Menurut BPS, realisasi pertumbuhan ekonomi yang minus 5,32 % ini paling rendah sejak krisis 1999. Angka ini memperparah kondisi ekonomi Indonesia Pasalnya, pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya mencapai 2,97 %. Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-75 RI hendaknya dapat dijadikan momentum untuk bangkit dari keterpurukan tersebut, program pemulihan ekonomi nasiaonal di Indonesia yang perlu terus ditingkatkan implementasinya.
Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI hendaknya juga dapat dijadikan ajang memetik pembelajaran dari spirit dan teladan para pendiri bangsa, yang telah mewariskan spirit kebersamaan, gotong royong, gigih berjuang, ketangguhan, dan daya adaptasi yang telah teruji dalam menggapai cita-cita kemerdekaan, serta upaya membangun kemandirian dalam menggapai kehidupan yang lebih baik di tengah keterbatasan dan rintangan yang dihadapi. Semua ini dapat menjadi modal bangsa dalam mengakselerasi kebangkitan untuk Indonesia Maju.
Kini dengan perjalanan panjang kemerdekaan Indonesia, spirit bangkit untuk masa depan yang lebih baik dalam menggapai Indonesia Maju, harus dapat menjadi shared vision yang melandasi setiap derap langkah dan tindakan seluruh pemangku kepentingan dalam mengatasi segala rintangan dan tantangan keberlanjutan pembangunan, terlebih di tengah kondisi global yang masih kurang menguntungkan akibat pandemi covid-19. Apabila direfleksikan secara historis, spirit Bangkit untuk Indonesia Maju sejalan dengan visi besar para pendiri Bangsa Indonesia yang terefleksi dalam Pembukaan UUD 1945 dimana alenia kedua secara tegas menyatakan keinginan untuk mewujudkan masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Saat ini, pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia tengah berjuang untuk mencapai kemerdekaan. Merdeka dari serangan Wabah Covid-19 adalah sebuah keniscayaan yang wajib dtegakkan. Karena jika jasmani bangsa ini sudah sehat, maka jiwa pun akan kuat, sehingga akan mudah melangsungkan perjuangan membangun mentalitas manusia di bumi nusantara tercinta ini.
Para pendiri bangsa telah mengingatkan dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka bersatu berdaulat adil dan makmur. Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dapat menyegarkan memori kolektif bangsa terhadap detik-detik perjuangan, menghidupkan semangat, dan jasa pahlawan sehingga dapat menginspirasi serta menghidupkan semangat kita untuk meneruskan mengejar cita-cita bangsa dengan mengkapitalisasi keberagaman sebagai modal bangsa yang disatukan dengan satu tujuan dan satu kebangsaan dan meningkatnya rasa bangga buatan Indonesia bagi seluruh masyarakat untuk Indonesia Maju.
Bangkit untuk Indonesia Maju diharapkan dapat mempercepat capaian Visi Indonesia Maju 2045 dengan melabuhkan Indonesia menjadi negara yang memiliki pendapatan Rp 320 juta per kapita per tahun, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 7 triliun dollar AS, hal ini sejatinya merupakan visi besar dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan Makmur. Semangat gotong royong merupakan semangat kebersamaan yang perlu dibangun untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan hebat. Upaya ini diharapkan dapat membangun berbagai komunitas swadaya masyarakat yang peduli dengan sesama untuk saling menolong demi kemaslahatan bersama.



































