• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
VIDEO CHANNEL
Sultra Line
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
No Result
View All Result
SultraLine
No Result
View All Result
IMG-20260902-WA0020(1)
Merah Putih Modern Selamat & Sukses Instagram Post (1)
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan (1)
1
Biru dan Abu-abu Modern Ucapan Selamat Pelantikan Instagram Post
spanduk
us2
IMG-20260606-WA0027
hartoyo
IMG_20260930_185101
1791168021084
ChatGPT Image 5 Okt 2026, 12.09.14
previous arrow
next arrow
Headline
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.
  • Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .
  • Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra
 
Home ISSUE

Maafkan Aku Terlahir sebagai Perempuan

by SULTRALINE.ID
24 Juni 2020
in ISSUE, NEWS, OPINI
0
593
SHARES
912
VIEWS
Share ke WAShare on FacebookShare on Twitter

 

Oleh : Fitra Wahyuni (Mahasiswi UHO yang juga WaKabid Pergerakan Sarinah GMNI Kendari)


Telah sampai waktunya menyingkap segala dusta dan kebebalan dunia . Sepanjang sejarah mencatat peradaban zaman, berbagai macam dogma dan aturan selalu dilekatkan pada jenis kelamin perempuan. Seakan dunia dan segala isinya adalah milik segolongan manusia saja. Hal tersebut pun masih berlaku di era Industri 4.0 ini, sungguh miris kedengarannya. Di dalam sebuah negara yang masyarakatnya kental dengan nilai-nilai budaya dan agama merupakan suatu konsekuensi logis, apabila nilai-nilai tersebut menjadi sumber dari pembuatan berbagai produk hukum atau peraturan perundang-undangan.

 

Ketimpangan antara laki-laki dan perempuan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya bisa ditinjau dari aspek sosial budaya, agama, polilik, hukum, dan aspek lain yang melingkupi sendi kehidupan manusia. Keberadaan budaya masyarakat inilah yang harus dinetralisisir dari segala bentuk kekerasan, subordinasi dan marginalisasi terhadap hak asasi dan kehendak perempuan. Sehingga nantinya dalam proses transformasi sosial out-putnya akan terwujud masyarakat yang adil dan berperikemanusiaan.

Sialnya, pemahaman untuk bangkit dari konstruksi berpikir konservatif dalam kaitannya dalam pengaktualisasian gerakan perempuan tidak banyak dimiliki oleh masyarakat umum. Baik itu laki-laki bahkan perempuan. Sehingga berimbas pada berbagai macam pembatasan pengekspresian diri perempuan. Perempuan dianggap tabu ketika tampil diranah-ranah publik, perempuan dianggap menjijikkan ketika memegang sepuntung rokok, perempuan menjadi pimpinan suatu lembaga masih sangat minim jumlahnya.

Hal-hal semacam itu terjadi akibat ketidakpahaman yang luar biasa menyebar dan menyeruak tak terkendali. Layaknya pandemi virus mematikan, tak mengenal jenis kelamin, suka, ras, bahkan agama.
Peminggiran peran perempuan seperti ini biasa dikenal dengan budaya patriarki. Bahwa untuk segala hal, laki-laki adalah sentral dari tiap-tiap perputaran kelayakan dalam bertindak-tanduk.

Sementara perempuan akan dikenakan dengan pembatas-pembatas dengan standar penilaian yang cenderung subjektif. Perempuan dinilai hina ketika bersahabat dengan dengan asap rokok, hal demikian mencuat bukan berdasarkan pemahaman akademis. Tetapi berdasarkan pemarjinalan yang mengakar kuat. Bahwa rokok dan perempuan tidaklah layak bersatu karena seseorang dilahirkan sebagai perempuan. Karena kamu perempuan. Bukan karena rokok buruk bagi kesehatan. Jika saja kita mau berpikir lebih terbuka , logika terbalik bisa kita lekatkan pada segala aktivitas yang dilakukan laki-laki. Bahwa alkohol dan laki-laki walaupun buruk bagi kesehatan seakan oleh budaya yang entah dari mana datangnya akan dibenarkan begitu saja. Ingat karena pelakunya adalah laki-laki. Tapi karena kamu perempuan maka segala sesuatu akan banyak terharamkan untuk dilakukan.

 

Hal ini bukan sebuah dalil untuk menghalalkan agar perempuan di seluruh belahan dunia memegang sebatang rokok atau mencicipi alkohol. Akan tetapi, lebih kepada merekonstruksi ulang sudut pandang dunia terhadap perempuan. Banyak hal pantas atau tidak pantasnya tindak tanduk perempuan disusun bukan berdasar asas manfaat. Tapi lebih karena jenis kelamin. Karena kamu perempuan. Berhenti menganggap perempuan sebagai objek, yang dengan sesuka hati kita tetapkan standarisasi dalam bertindak tanduk. Berhenti mengutip Aristoteles yang beranggapan perempuan adalah laki-laki yang tidak sempurna. Tidaklah berlebihan dalam buku Sarinah karya Soekarno, disebutkan bahwa seluruh alam semesta di ciptakan berpasang-pasangan. Malam dicipta bersama siang, pada elektron terdapat positif dan negatif, kohesi ada adhesinya, kiri bersamaan dengan kanan, ada jantan ada betina, ada perempuan ada laki-laki. Gunanya adalah untuk saling melengkapi bukan untuk saling mendahului apalagi saling menghinakan.

Celakanya adalah kebanyakan perempuan berhenti pada pemahaman bahwa hidup hanyalah untuk melayani laki-laki. Menggunakan lipstik seapik mungkin agar sang mantan menyesal, menggunakan baju model tren terbaru agar menarik hati kaum adam. Pola-pola berpikir seperti inilah yang dimaksud bahwa laki-laki menjadi sentral dalam pembentukan psikologis perempuan.
Menurut Sigmund Freud dalam teorinya Penis invys, bahwa perempuan mengalami keminderan terhadap laki-laki. Dengan sangat terpaksa saya pun harus setuju dengan pernyataan tersebut. Ketika melihat dan mengamati berbagai macam gejala-gejala pergerakkan perempuan dalam ranah perkuliahan, keorganisasian, bahkan sampai pada ranah politik.

Dilihat secara kuantitas jumlah perempuan dan laki-laki jauh melebihi batas wajar. Tetapi dalam perspektif pengaktualisasian diri perempuan jauh dibawah laki-laki. Lihat saja pada lembaga-lembaga internal dan eksternal kampus, perempuan hanya akan puas tampil sebagai wakil ketua atau paling mentok sebagai bendahara. Hal ini karena bawaan psikologis perempuan yang tidak mampu meyakini dirinya bisa punya kemampuan yang sama dengan laki-laki, dengan hanya cukup di beri akses dan kesempatan yang sama saja.
Sementara itu, terjadi hal yang sangat menarik pada keterlibatan perempuan dalam ranah politik. Dimana keterwakilan perempuan pada legislatif tidak diiringi dengan kesadaran perempuan untuk berpolitik malah terkesan hanya untuk mengisi kuota bagi kursi penjatahan bagi perempuan. Sehingga berimplikasi pada ketidaksenjangan dalam menjalani tugas ataupun mereka tak mampu memperjuangkan pengedukasian psikologis prempuan dalam berkarya di ranah publik.

 

Perempuan mesti berpikir lebih terbuka dan progresif revolusioner. Bukan saatnya duduk diam didalam rumah menunggu pinangan pernikahan. Perempuan haruslah berdaya upaya mampu berdikari, juga berpikirlah lebih terbuka. Jadilah perempuan Merdeka bukan liar. Sepertinya kita mesti butuh kopi agar tak berasumsi liar.

 

 

Tags: OpiniPerempuanSultra
SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID

SULTRALINE.ID

Related Posts

Wa Ode Nurhayati  Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

by SULTRALINE.ID
1 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Siswa Smp 1 kendari kembali jadi sorotan perhatian di arena gelanggang kejuaran pencak silat arung palakka champhion 2026 Kabupaten...

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari  Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Nama lengkapnya La Ode Muh.Syihab Az Zuhri di usianya yang masih remaja ia ukir Prestasi membanggakan pesilat remaja berbakat...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali untuk sultra

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

Sultraline.id -kendari Langkah kecil di atas gelanggang membawa cerita besar bagi Rafa juliansyah AlFarabi siswa Smp negeri 1 kendari, pesilat...

Next Post

Tidak Hanya Mahir Senjata, Prajurit Kodim 1417 Kendari Mahir Pertukangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip Artikel

Sultra Line

Rumah Berita Perjuangan Sultraline
"Setiap Orang adalah Jurnalis, Setiap Peristiwa adalah Berita"

Oplus_131072

Populer Minggu Ini

  • LAKI Sultra: Korupsi PNBP dan Pajak Sektor Industri & Perhubungan Jadi Atensi di 2024

    LAKI Beberkan Pemeriksaan Pesawat Uap dan Bejana Tekan di Sultra Tak Pernah Dilakukan, Terindikasi Kebocoran Negara Ratusan Miliar 

    3593 shares
    Share 1437 Tweet 898
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Banggakan Sulawesi Tenggara! Sanggar Seni USN Kolaka Siap Berlaga di PEKSIMINAS XVIII 2026

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

Alamat Kantor

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise

© 2016-2022 Sultra Line

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video

© 2016-2022 Sultra Line

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In