SULTRALINE.ID, KENDARI – Usai melakukan Rapat Koordinasi BEM se-Sultra pada tanggal 20-21 Juni 2020. Para pimpinan Lembaga se Sultra menggelar aksi unjuk rasa menolak kedatangan TKA asal China pada,Selasa 23 Juni 2020.
Unjuk rasa tersebut dihadiri 10 pimpinan BEM se Sultra, yakni BEM UHO, BEM UNSULTRA, BEM UNILAKI, BEM UNIDAYAN, BEM UMK, BEM STIMIK Catur Sakti, BEM STIMIK Bina Bangsa, BEM Poltekkes, BEM Mandala Waluya dan BEM UMB. Dengan mengambil rute aksi MTQ – Kantor Imigrasi – Bandara Halu Oleo.

Aksi unjuk rasa penolakan TKA asal China dimulai dari pukul 10.00 WITA. Massa aksi tiba di kantor Imigrasi Kendari pada pukul 14.00 WITA, kemudian dilanjutkan menuju perempatan Bandara Halu Oleo, Konawe Selatan.
Ketika berada di Kantor Imigrasi, massa aksi berhasil menemui Kepala Kantor Imigrasi dengan menyepakati beberapa poin dengan dibubuhi tanda tangan diatas materai.
“Kami harap point-point yang telah disepakati dalam surat pernyataan sikap yang ditanda tangani kepala imigrasi betul betul dijalani jika tidak terpenuhi maka kita akan kembali turun aksi dan meminta turun dari jabatanya” ungkap Adi Maliano Ketua BEM UNSULTRA.
“Kami harap Imigrasi betul-betul bisa transparan dengan data terkait TKA yang masuk sultra terkhsus 500 TKA tersebut sehingga publik bisa tau semua data administratif TKA itu” ujar Pandi Priono Ketua BEM UHO.
“Kami berharap dengan adanya surat pernyataan yg di tanda tangani kepala kantor imigrasi, dapat menjadi rujukan kami agar segera di lakukan pemeriksaan langsung (sidak) TKA china bersama BEM Se- Sultra. Ke PT VDNI dan OSS” tutup Hasrin Ketua BEM UNILAKI.
Laporan : Fitra Wahyuni



































