• Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Login
No Result
View All Result
VIDEO CHANNEL
Sultra Line
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video
No Result
View All Result
SultraLine
No Result
View All Result
IMG-20260902-WA0020(1)
Merah Putih Modern Selamat & Sukses Instagram Post (1)
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan
Merah dan Emas Elegan Kartu Ucapan Selamat Naik Jabatan (1)
1
Biru dan Abu-abu Modern Ucapan Selamat Pelantikan Instagram Post
spanduk
us2
IMG-20260606-WA0027
hartoyo
IMG_20260930_185101
1791168021084
ChatGPT Image 5 Okt 2026, 12.09.14
previous arrow
next arrow
Headline
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.
  • Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .
  • Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra
 
Home ISSUE

OPINI : Reformasi Agraria Dalam Redistribusi Lahan Peternakan Indonesia Yang Berkeadilan

by SULTRALINE.ID
13 Juni 2020
in ISSUE, NEWS, OPINI
0
608
SHARES
936
VIEWS
Share ke WAShare on FacebookShare on Twitter

Reformasi  agraria  adalah  suatu  proses  yang  berkesinambungan berkenaan  dengan  penataan  kembali  penguasaan dan pemanfaatan sumber  daya  agraria,  yang  dilaksanakan  dalam  rangka  tercapainya kepastian dan perlindungan hukum serta keadilan dan kemakmuran bagi rakyat. Saya menyatakan bahwa bila sebuah negara ingin mewujudkan penghapusan kemiskinan di pedesaan serta mengakselerasikan segala pembangunan ekonomi, maka tidak ada alternatif lain selain melakukan reformasi agraria.

Reformasi terhadap agraria tersebut akan mendistribusikan kembali tanah-tanah secara merata bagi sebagian besar rakyat yang tak bertanah dan yang kekurangan tanah. Pemerataan penguasaan tanah di pedesaan sebagai hasil dari reformasi agraria akan menghasilkan peningkatan kesejahteraan warga desa yang pada umumnya petani, peternak ataupun buruh tani. Peningkatan terhadap kesejahteraan tersebut akan menimbulkan konsekuensi peningkatan daya beli warga desa. Hal ini akan menjadi pasar potensial bagi produk- produk industri nasional, yang pada akhirnya dapat membantu proses industrialisasi nasional sebagai pondasi bagi kemandirian ekonomi bangsa. Selain akses, reforma agraria juga merupakan bentuk regularisasi hak penggunaan dan hak milik area yang telah mereka tempati.

Pelaksanaan reforma agraria dapat berhasil hanya jika dilakukan dalam kerangka yang lebih luas, yakni menawarkan bukan hanya akses ke lahan, tetapi juga akses ke kredit, penyuluhan pedesaan, dan layanan lainnya. Hal tersebut dengan sendirinya dapat menghapuskan secara total penguasaan tanah yang dominan dari kelas-kelas yang lama (feodal) maupun kelas-kelas yang baru (kapitalis) di pedesaan, terutama dalam sektor peternakan perlu pembagian secara serius dan atas dasar keadilan.

Tetapi melihat realita yang ada terkait pembagian lahan peternakan masih sangat minim dan tidak sesuai jumlah peternak yang ada, hal ini harusnya lebih diperhatikan karena iming-iming pemerintah terkait  swasembada daging harus dimulai dengan  redistribusi lahan peternakan yang merata.  Lahan pengembangan usaha ternak sapi di Indonesia masih berkurang dan peternakan yang dilakasanakan saat ini masih dibangun dalam lahan yang sangat terbatas.

Padahal Indonesia memiliki lahan yang sangat luas baik berupa hutan maupun perkebunan. Keadaan dunia peternakan saat ini bisa dikatakan masih berjalan ditempat bahkan mengalami kemunduran. Hal demikian disebabkan karena redistribusi lahan peternakan masih jauh dari harapan semua masyarakat. Lahan yang luasnya 2-3 hektar idealnya digunakan untuk pengembalaan satu ekor sapi tetapi hal demikian masih jarang ditemukan ditempat usaha peternakan rakyat. Hal ini berarti reformasi agraria belum menyentuh seluruh daerah pelosok yang ada Indonesia terutama yang berkaitan dengan subsektor peternakan.

 

Peternak Butuh Lahan Peternakan

 

Berbagai undang- undang  sektoral yang lahir saling tumpang tindih dan bertentangan sehingga perlu untuk diharmonisasikan. Pengelolaan sumber daya agraria dan sumber daya alam yang adil, berkelanjutan, dan ramah lingkungan harus segera dilakukan di Indonesia dengan cara terkoordinasi, terpadu, dan menampung dinamika, aspirasi, dan peran serta masyarakat.

Untuk penguasaan tanah atau lahan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing masyarakat untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya serta tidak lepas dari kontrol pemerintah. Dalam rangka penguasaan tanah atau lahan tersebut, pemerintah bertindak sebagai pendamping dengan memberikan pembekalan ilmu pengetahuan dasar dan bantuan bimbingan teknis. Jadi dalam konteks ini, pemerintah tidak lepas tangan, namun ke semua mekanisme pelaksanaannya dalam koridor tanggung jawab dan pengawasan pemerintah langsung, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Penguasaan lahan tersebut khususnya lahan peternakan yang dini hari tidak diperhatikan.

Redistribusi lahan peternakan yang tidak maksimal akan meningkatkan tingkat pengangguran dan kemisikinan bahkan sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan pangan atau gizi masyarakat. Terlebih lagi bahwa para investor dan pemilik modal yang mengelola tanah dan sumber daya alam di Indonesia tidak begitu memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan dan ekosistemnya sehingga terjadi eksploitasi yang tidak sehat dalam pengelolaan tanah dan sumber daya alam dibanding mencanangkan pembagian lahan peternakan yang berpotensi besar terhadap swasembada daging di Indonesia.

Lahan penggembalaan ternak di Indonesia masih sangat minim dibandingkan jumlah poppulasi ternak yang kian bertambah setiap tahun. Banyak mengalami kerusakan yang berdampak terhadap menurunnya daya dukung pengembangan peternakan kedepan. Pengurangan daya dukung tersebut masalah utamanya adalah berkurangnya luasan areal penggembalaan peternakan.

Berbagai permasalahan  menyangkut  pulau-pulau  kecil  antara  lain  tingkat  kesejahteraan  masyarakat yang  menghuni  pulau-pulau  kecil  sangat  rendah  umumnya  tingkat  pendidikannya  sangat  rendah dan masih banyak yang buta huruf serta sebagian penduduk di pulau kecil sangat bergantung pada sektor pertanian (termasuk perikanan, peternakan dan kehutanan). Salah satu solusi dari permasalahan kesejahteraan yang masih rendah tersebut adalah dengan redistribusi lahan pertanian terutama subsektor peternakan harus merata diseluruh daerah pelosok sehingga tingkat keadilan tetap dirasakan oleh masyarakat ekonomi menengah kebawah. Perkembangan luasan areal padang penggembalaan mengalami penurunan karena beberapa hal, diantaranya terdesaknya padang penggembalaan akibat bersaingnya dengan penggunaan lahan industry maupun pertambangan. Karena hal demikian maka produktivitas peternakan tidak mengalami kemajuan dan target pemerintah untuk  swasembada daging tidak akan terwujud sampai kapanpun.

Pelaksanaan reforma agraria menjadi landasan yang kokoh bagi pembangunan ekonomi semesta dan nasional Indonesia yang mengarah pada kemandirian ekonomi negara. Seharusnya setiap komponen program dilaksanakan dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip utama: keadilan, keberlanjutan, sinergitas, pemberdayaan, dan kesetaraan . Prinsip keadilan mensyaratkan pelaksanaan program reforma agraria dilakukan untuk memberikan keadilan akses penguasaan, pemanfaatan, penggunaan, dan pemilikan hak atas tanah yang sama bagi setiap warga negara.

 


Penulis : Jasman (Ketua BEM FPt UHO Periode 2020/2021)

Tags: MahasiswaOpinireforma agraria
SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID

SULTRALINE.ID

Related Posts

Wa Ode Nurhayati  Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

Kandaskan Persaingan Ketat, USN Kolaka Bawa Pulang Penghargaan KMI Expo 2026

by SULTRALINE.ID
2 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

by SULTRALINE.ID
1 Oktober 2026
0

SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Siswa Smp 1 kendari kembali jadi sorotan perhatian di arena gelanggang kejuaran pencak silat arung palakka champhion 2026 Kabupaten...

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari  Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

Syihab Az Zuhri Jawara Silat asal Sekolah Mts 1 Kendari Gegerkan Kota Bugis,Emas Di Rebut Untuk Sultra

by SULTRALINE.ID
29 September 2026
0

SULTRALINE.ID-KENDARI Nama lengkapnya La Ode Muh.Syihab Az Zuhri di usianya yang masih remaja ia ukir Prestasi membanggakan pesilat remaja berbakat...

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali  untuk sultra

Tampil Gemilang Rafa juliansyah Al Farabi Persembahkan Medali untuk sultra

by SULTRALINE.ID
28 September 2026
0

Sultraline.id -kendari Langkah kecil di atas gelanggang membawa cerita besar bagi Rafa juliansyah AlFarabi siswa Smp negeri 1 kendari, pesilat...

Next Post

Musim Penghujan Tiba, KONPLIK Sultra Ingatkan Pemda Konut : Jangan hanya fokus soal Covid-19, ingat banjir bandang tahun lalu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip Artikel

Sultra Line

Rumah Berita Perjuangan Sultraline
"Setiap Orang adalah Jurnalis, Setiap Peristiwa adalah Berita"

Oplus_131072

Populer Minggu Ini

  • LAKI Sultra: Korupsi PNBP dan Pajak Sektor Industri & Perhubungan Jadi Atensi di 2024

    LAKI Beberkan Pemeriksaan Pesawat Uap dan Bejana Tekan di Sultra Tak Pernah Dilakukan, Terindikasi Kebocoran Negara Ratusan Miliar 

    3593 shares
    Share 1437 Tweet 898
  • Wa Ode Nurhayati Mengutuk Keras Tindak Kekerasan terhadap Perempuan asal kendari.

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • MIRIS! Wagiyem Berjuang Seorang Diri Menghadapi Dugaan Penganiayaan, Menanti Keadilan di Tengah Luka dan Kesunyian.

    620 shares
    Share 248 Tweet 155
  • Satu sekolah,Tiga kelas Pertandingan,Tiga Medali ,Siswa SMP 1 kendari ukir Prestasi di kota Bugis .

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Banggakan Sulawesi Tenggara! Sanggar Seni USN Kolaka Siap Berlaga di PEKSIMINAS XVIII 2026

    722 shares
    Share 289 Tweet 181

Alamat Kantor

Ikuti Kami

  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang
  • Advertise

© 2016-2022 Sultra Line

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Live Youtube
  • Advertorial
  • Video
  • News
  • Berita Video

© 2016-2022 Sultra Line

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In