SULTRALINE.ID, MUBAR – Sejumlah Pemuda Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), melakulan aksi demonstran di berbagai titik di Mubar yaitu Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Rabu (10/6/2020).
Pihak pemuda menuntut agar persoalan yang dipertanyakan sejak sebulan yang lalu segera di usut tuntas oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Inspektorat dan DPMD Muna Barat, mengenai hal Penanganan Covid-19 yang disinyalir tidak serius, pendataan yang BLT yang tumpa tindih, hingga kisruhnya perangkat yang ada di desa Lapolea.
“Jadi adanya demonstrasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebulan yang lalu, kami sudah datang dengan cara persuasif, tapi saya menganggap tidak ada keseriusan dari pihak yang bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan ini. Sangat miris ketika secara hukum ada dua perangkat aktif. Di Desa Lapolea seolah olah diistimewakan,sebenarnya ini ada apa,” tanya Azis Munandar selaku penanggung jawab aksi,

Pria yang merupakan sekjen BEM Hukum UHO itu menambahkan, bahwa pihaknya sudah mencoba melakulan konsultasi pada pihak Kecamatan agar bisa mewadahi diskusi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Desa Lapolea, namun tidak ada respon yang baik dari pihak kecamatan.
“Sudah 2 kali perwakilan kami menghadap ke Camat, tapi sampai saat ini tidak diadakan pertemuan, tentunya itu sangat kami sayangkan. Kami menghadap di camat karena Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lapolea sudah menyerahkan ke camat karena pertemuan ke dua sempat ada insiden. Makanya sesuai janji kami hal ini akan kami kawal sampai pada Bupati, hanya saja kami masih percaya kepada pihak yg bertanggung jawab,” ungkapnya dalam orasi yang ia bawakan.
Dalam pantauan Kru kerja media Sultraline.id dalam aksi tersebut sempat terjadi kemacetan dijalan poros Lagadi Tondasi yang merupakan salah satu titik aksi.
Laporan : Citizen Journalist Sultraline, Roman



































