SULTRALINE.ID, KOLUT – Berdasarkan intruksi dari kepala desa walasiho semua kepala dusun/relawan diintruksikan untuk mendata masyarakat yang layak mendapatkan bantuan langsung tunai Dana Desa (BLT-DD) di lingkungannya masing-masing dan dikawal oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Setelah pendataan dilakukan, kembali lagi dimusyawarakan untuk mencapai kelayakan calon penerima BLT tersebut. Sesuai hasil musyawarah jumlah keseluruhan dari hasil pendataan kepala dusun/relawan tersebut, ada 135 KK yang memenuhi prosedur penerima BLT, pendataan dilaksanakan sesuai dengan panduan regulasi dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Tepatnya pukul 09.00 kamis 21 Mei 2020 Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap pertama di gedung pertemuan desa walasiho kecamatan wawo kabupaten kolaka utara. Untuk optimal, akuntabilitas dan transparansinya penyaluran BLT di desa walasiho kami hadirkan semua perangkat desa, piahak kecamatan, babinsa, babinkamtibmas BPD serta tokoh pemuda,” ungkap Teli selaku kepala Desa walasiho sekaligus ketua relawan.

Pembagian BLT dana desa disalurkan di gedung desa walasiho dengan tetap mengikuti instruksi protokol pencegahan COVID-19 social distancing seperti jaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan, dan dijadwalkan perdusun demi menghindari kerumunan massa yang dapat menjadi ancaman penyebaran COVID-19.
“Adapun besaran bantuan yang diterima oleh penerima BLT DD masyarakat desa Walasiho adalah Rp 600.000- per bualan per KK, selama 3 Bulan,” katanya.
Salah satu ketua pemuda peguyuban Walasiho Letawe, Kolaka Utara, Nurkholis ST, mewakili dari seluruh elemen pemuda baik mahasiswa maupun pelajar yang terhimpun di dalamnya juga hadir dan menyaksikan penyaluran BLT Dana Desa. Ia sangat mengapresiasi dengan transparansi, sistematis dan tepat sasaran pembagian yang diberikan kepada masyarakan desa walasiho, apalagi ditengah pandemi covid-19 ini tetap memperhtikan social distancing dengan menjaga jarak dan cuci tangan dan anjuran lainnya.
Laporan : TIM



































