SULTRALINE.ID, MUNA – Forum Aspirasi Masyarakat (FAM) Kecamatan Watopute menghimbau kepada semua lapisan agar saling menjaga dan membantu di tengah pandemik ini. Forum yang dibentuk dari beberapa pemuda dan mahasiswa kecamatan Watopute pada 12 Mei 2020 ini adalah sebagai penampung aspirasi dan keluhan masyarakat Watopute, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara.
Sesuai hasil rapat lanjutan FAM Watopute, pada Minggu 17 Mei 2020 di Kelurahan Wali bahwa FAM akan memantau penyaluran segala Bantuan yang ada di lingkup Watopute di tengah pandemik Covid-19. Sebab, masalah yang lagi di perbincangkan saat ini adalah bantuan dan pencegahan Covid-19.
Salah seorang penanggung jawab FAM Kecamatan Watopute, Didin Sulatri, mengungkapkan bahwa forum ini hadir didasari kepedulian kepada masyarakat dan kecintaan terhadap daerah dengan visi untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Sebab mereka melihat banyak keresahan warga yang tidak terdengar yang sebenarnya itu betul betul membutuhkan perhatian semua, apalagi dengan persoalan yang sedang melanda saat ini.
“Di tengah keresahan masyarakat dengan wabah covid ini, hal yang di perbincangkan adalah segala bantuan serta penanganan covid. Mungkin karna lumpuhnya aktivitas warga yang berdampak secara langsung pada pendapatan. Soalnya menurut saya sebagai mahasiswa ekonomi kalau persoalan anggaran itu sensitif, takutnya kedepan ini menjadi kesalahpahan bahkan sampai pada penyalahgunaan. Itu mungkin saja. Masyarakat bergerak sesuai bagiannya dan pemerintah juga barus sesuai bagiannya,” ungkap salah satu ketua wilayah mahasiswa ekonomi ini.

Memang saat ini banyak fenomena di lapangan tentang kesalahpahaman antara warga dan pemerintah. Terlebih 3 bulan terakhir dengan keresahan tentang corona ini. Banyak hal yang sudah di upayakan oleh pemerintah baik dari pusat hingga ke desa terkait menangani dampak dari covid-19 salah satunya untuk menanggulangi pendapatan masyarakat.
Salah satu inisiator FAM Kecamatan Watopute Andi Tayeb (eks ketua kerukunan Pemuda dan Mahasiswa Watopute Muna-Makassar) mengatakan banyaknya bantuan yang di keluarkan pemerintah di tengah wabah ini adalah sebagai senjata masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Makannya di perlukan transparansi didalamnya. Ada 5 sampai 7 bantuan yang ada dan masing masing sudah di porsikan sesuai kriteria yang berlaku. Ada BLT dana desa untuk desa, BLT bansos, BLT pemda, bantuan sembako pemda, dan masih banyak lagi, itu sudah di desain sebaik mungkin dari asalnya,” tegasnya.
Senada dengan itu, Konseptor FAM Kecamatan Watopute Ahlun Wahid (eks Ketua KSR PMI UHO) menambahkan mengenai persoalan ini pemerintah desa maupun kelurahan se kecamatan Watopute di harapkan transparansi tidak ada yang di tutupi dan sesuai prosedur dalam menyalurkan semua bantuan itu.
“Serta masyarakat juga harus memanfaatkan bantuan itu sesuai dengan kebutuhan dan keperluan sebab, itu adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga negara dan sebagai senjata terakhir bagi masyarakat yang kehilangan pendapat akibat virus corona ini. Apalagi saat ini momen lebaran pasti banyak kebutuhan mendesak kedepan ini,” tutur Ahlun.
“Pak Presiden Jokowi telah mengintruksikan agar semua bantuan tersalur sebelum tanggal 25 Mei 2020 dan menyarankan untuk melaporkan jika ada yang mencoba bermain main didalamnya,” ujar lagi satu konseptor FAM lainnya, Jaya Disastra (Eks Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Kec. Watopute Muna-Kendari)
Pemerintah dan masyarakat kecamatan Watopute diharapkan saling mengerti dan menjaga silaturahmi sesamanya mengingat baerbagai masalah yang bermunculan akhir akhir ini.
“Segala Bantuan yang di gelontorkan memang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan warga sebagai penopang dari ancaman krisis ekonomi. Maka sangat di sayangkan jika hal ini tidak di maksimalkan dengan baik,” tambah Ahlun.
Ditambahkan pula, dua penggerak FAM kecamatan Watopute, Musrifal dan Nur Said (penggerak Mahasiswa Kec. Watopute di Kendari dan Makassar) menyatakan “Di kec. watopute ada beberapa desa dan kelurahan yang sudah menyalurkan bantuan ini dengan baik tanpa ada perseteruan dan ada juga beberapa desa dan kelurahan yang sempat terjadi cekcok internal namun sudah di ambil langakah solusinya dan bahkan ada yang masih belum tersalurkan sama sekali dan ini mengundang perhatian kita semua terkhususnya forum ini.”
“Kami sudah sepakat akan berkordinasi dengan semua pihak baik dari polsek, kecamatan atau desa/kelurahan di kecamatan watopute untuk ikut andil menyelesaikan setiap permasalah yg terjadi di lingkup kecamatan” lanjut seorang penanggung jawab FAM Imran selaku ketua paguyuban mahasiswa salah satu desa yang juga ketua forum pemerhati budaya Sultra.
“Disisi lain semua orang berharap agar pandemik ini segera di berantas tuntas agar semua bisa beraktifitas baik dan tak ada gangguan serta percecokan di tengah masyarakat termaksud di kecamatan watopute yang warganya masih satu rumpun keluarga besar,” pungkas mereka.
Laporan : TIM



































