SULTRALINE.ID, KENDARI – Komisi pemilihan umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggata (Sultra) mengelar sosialisasi gerakan masyarakat sadar demokrasi guna menjadikan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sultra 2018 sebagai pemilihan partisipasif dan bukan pemilihan mobilisasi di Desa Tumbu-tumbu Jaya, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, Selasa (26/12/2017).
Pasalnya,Tradisi memilih dengan iming-iming atau menjadi wajib pilih karena dimobilisasi oknum dianggap berpeluang terjadi dalam berbagai kontestasi Pemilu di Sultra.
“Jangan mau memilih karena di iming-imingi sejumlah uang atau sembako. Kesadaran masyarakat sebagai wajib pilih disini menentukan masa depan daerah, dan bangsa kita. Karena itu, kami ada disini untuk membangkitkan kembali jiwa masyarakat yang sadar demokrasi, tanpa terkecuali,” kata Ketua KPU Sultra, Hidayatullah, saat membuka agenda sosialisasi pemilih partisipatif di Desa Tumbu-tumbu Jaya, kecamatan kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra, Selasa (26/12/2017).
Olenya itu, lanjut Ia, Kesadaran masyarakat atas perannya sebagai wajib pilih juga dianggap masih minim. Karena itu, KPU Sultra, kali ini berkomitmen mengedukasi masyarakat khususnya yang bermukim didaerah pelosok, agar sadar atas kewajibannya sebagai warga negara yang partisipatif dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 dan Pilpres-Pilcaleg 2019 mendatang.
“kita menginginkan masyarakat itu jadi pemilih yang cerdas dalam artian tidak terpengaruh dengan mobilisasi melainkan atas benar-benar pilihan mereka sendiri, sehingga nantinya pemilihan bisa berjalan secara demokratis,” terangnya

Selain mensosialisasikan peran partisipatif wajib pilih yang dipusatkan di Balai Desa setempat, Hidayat, didampingi komisioner KPU Sultra, beserta jajarannya, secara simbolis menginisiasi penanaman 10 bibit mangrove di dermaga Desa tersebut, sekaligus memasang atribut sosialisasi pemilih partisipatif di salah satu Kapal Nelayan warga setempat.
“Desa Tumbu-tumbu Jaya ini semoga bisa menjadi panutan untuk daerah lain, sebagai cikal bakal berkembangnya demokrasi dengan wajib pilihnya yang partisipatif. Salah satu ikon disini yang kental adalah hasil perikanan, dengan ekosistem mangrove nya yang masih terjaga dengan baik, melestarikan tanaman Mangrove ini searah dengan visi dan misi kami sebagai penyelenggara Pemilu untuk menumbuhkan kembali semangat demokrasi dalam jiwa wajib pilih, di Desa ini khususnya, mengakar di seluruh daerah di Sultra,” pungkasnya.
Laporan : Irdwan Jeko



































