SULTRALINE.ID, WAKATOBI – Laut adalah anugrah Tuhan yang diberikan bagi Wakatobi. Sebab dari lautnya pulalah, daerah gugusan karang atol di tenggara Pulau Sulawesi ini, kini merupakan satu daerah di Indoneia yang namanya dikenal di seluruh dunia.
Olehnya itu, adalah pilihan yang tepat bagi kepemimpinan Bupati Arhawi Ruda dan Wakil Bupati Ilmiati Daud memilih “Kabupaten Maritim” sebagai visi Pemerintahan Kabupaten Wakatobi. Dengan visi ini, keduanya sukses mengantarkan daerah ini sebagai satu dari 10 kabupaten “khusus” di Indonesia. Inilah kado terbaik di tahun ke-14 daerah ini terbentuk.
Mengapresiasi pencapaian ini, perayaan HUT Kabupaten Wakatobi ke-14 pada Senin (18/12/2017) digelar meriah di lapangan Merdeka, Kecamatan Wangi-wangi.
Sukses dengan mengantarkan Wakatobi ke pentas nasional, dengan predikat “Wakatobi sebagai Top 10 Destinasi Wisata Indonesia” nampaknya tidak membuat Arhawi Ruda berbesar kepala, malah selaku pemimpin utama pemerintahakan Ia terus menggenjot target inovasi dan pembangunan bagi kemajuan daerah.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Arhawi Ruda dalam sambutannya pada Upacara HUT ke-14 Wakatobi, bahwa perayaan ini harus menjadi momentum perubahan menuju daerah yang lebih maju, dan berdaya saing.
“HUT kali ini kita semakin meningkatkan kerja bersama untuk mewujudkan kesejahteraan dan daya saing,” tegas, Arhawi diatas panggung kebesaran Upacara HUT ke-14.
Ia juga menerangkan, dalam mencapai daya saing ini, hanya bisa dicapai dengan kerjasama dan soliditas merupakan kekuatan, serta didukung kepekaan sosial dan etos kerja yang tinggi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Kesadaran untuk membangun Wakatobi harus benar-benar terlahir dalam jiwa kita, bukan sekedar rutinitas tapi perlu kerja nyata,” tegasnya lagi.
Tidak hanya pada momen tersebut, di berbagai kesempatan Bupati Arhawi Ruda maupun Wakilnya Ilmiati Daun senantiasa menjalankan roda pemerintahan dengan chek and richek. Berpangku tangan di ruang kerja, bukan merupakan tipikal memimpin keduanya.
Sehingga tak heran, pembangunan terpantau merata di seluruh wilayah karena dipantau langsung oleh sang pemimpin dan kebutuhan dasar masyarakat khususnya pendidikan, kesehatan dan kesejahtaraan terpenuhi dengan tindakan cepat, tepat dan efisien karena kebutuhan tersebut didengarkan langsung di akar rumput.
Tidak hanya soal pelayanan bagi masyarakat, dalam kepemimpinan struktur kerja Pemerintah Daerah, cara memimpin dari duet pasangan yang dikenal dengan sebutan HATI (H. Arhawi Ruda dan Ilmiati Daud-red) ini, nampaknya patut dicontoh oleh daerah lain.
Salah satunya, soal menjaga roda pemerintahan tetap dalam rel visi misi sebagaimana tercantum dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wakatobi tahun 2017-2021
Cara ini terbukti sukses menjaga marwah pemerintahan agar tetap dalam koridor Tujuh Visi Utama Pemda Wakatobi, yakni Pengembangan kualitas SDM, Ekonomi berbasis kemaritiman dan berkelanjutan, sosial budaya, industry kreatif dan pariwisata.
Selain itu, Pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pemerintahan yang inovatif dan partisipatif. Serta pengembangan kolaborasi internasional.
“Kepala SKPD harus memahami apa visi misi yang tercantum dalam Restra RPJMD, Karena kita daerah maritim maka konsentrasi harus di laut, sehingga kedepan kita harus melanjutkan keberhasilan dan memperbaiki kekurangan selama ini khususnya terkait dengan hajat hidup orang banyak di laut,” jelas H. Arhawi Ruda, pada kegiatan Sosialisasi Pendalaman Visi dan Misi Kabupaten Wakatobi 2016-2021 beberapa waktu lalu.
Menurutnya, jika seluruh stakholder dari mulai pegawai hingga masyarakat memahami Visi dan Misi Pemda Wakatobi sebagai Kabupaten Maritim yang sejahtera dan berdaya saing. Maka dengan potensi besar yang dimiliki akan dapat mensejahterakan masyarakat dan mengangkat daerah.
Berdasarkan data statistik terbaru, dalam dua tahun progres pembangunan pada visi Kabupaten Maritim, Kabupaten Wakatobi telah sukses menurunkan angka kemiskinan dan menggeliatkan berbagai sektor ekonomi.
“Memasuki tahun ke dua kepemimpinan saya, pembangunan diberbagai sektor terus bergerak secara bertahap, antara lain pembangunan dibidang ekonomi yang mana angka kemiskinan pada tahun 2016 menurun sebesar 0,48 persen dari tahun sebelumnya sebesar 16,88 persen,” ungkap Arhawi.
HUT ke-14, Kabupaten Wakatobi Sukes Raih berbagai penghargaan
Dengan kemampuan menjaga jalannya pemerintahan dan program pembangunan tetap dalam koridor Visi dan Misi, membuat Kabupaten Wakatobi meraih berbagai penghargaan dan apresiasi dari Pemerintah Pusat dalam kurun dua tahun perjalanan pemerintahan dibawah pemimpinan Bupati Arhawi Ruda dan Ilmiati Daud.
Apresiasi teranyar, diberikan Perupstakaan Nasional Pusat dengan memberikan bantuan berupa mobil perpustakaan keliling bagi Pemda Wakatobi. Pemberikan kendaraan operasional ini tentu sesuai dengan gelora Pemerintah Daerah dalam memperbaiki dan meningkatkan kemampuan belajar SDM daerah.
Saat penyerahan hibah, Kepala Perpustakaan RI, Syarif Band menjelaskan mobil perpustakaan keliling ini merupakan wujud dukungan pengembangkan SDM dibeberapa desa yang ada di Wakatobi. Hibah ini diberikan secara simbolis di Panggung Utama HUT ke-14 Wakatobi di Lapangan Merdeka Wangi-Wangi, Senin (18/12/2017).
“Hibah ini dari perpustakaan nasional untuk membantu pemerintah daerah Wakatobi bahwa salah satu komponen penting meningkatkan sumberdaya manusia adalah perpustakaan,” ujar Syarif Band saat membawakan sambutan.
Karena itu, lanjutnya, pihaknya memberi hibah bantuan berupa mobil perpustakaan keliling beserta buku-bukunya dan sekaligus menandatangani MoU bersama Bupati dan para Kepala Desa dalam program perpustakaan Desa.
Selain apresiasi tersebut, sejumlah penghargaan prestisius yang patut diacungi jempol atas kinerja duet Arhawi Ruda dan Ilmiati Daud di tahun ke duanya yakni, penghargaan pariwisata untuk UPBU Kelas III Matahora Tahun 2016 dari Kementerian Pariwisata RI, dan Penghargaan Daya Saing Destinasi Tertinggi ke-2 Se- Indonesia tahun 2016 dari Kementerian Pariwisata RI.
Selain itu, Bupati Wakatobi juga pernah diganjar penghargaan Anugerah kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi Pemerhati Budaya Indonesia 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Penghargaan Pesona Pariwisata Indonesia di peringkat II Terbaik untuk kategori Penyelaman terbaik 2017 dari Kementerian Pariwisata RI.
“Juara III lomba perpustakaan desa tingkat nasional tahun 2017 kepada perpustakaan wisata desa sombu,” paparnya Arhawi saat membacakan sambutan HUT ke14 Kabupaten Wakatobi beberapa waktu lalu.
Tidak hanya soal inovasi dan pembangunan, dalam tatakelola keuangan daerah Penghargaan juga membuktikan kualitasnya dengan raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengelola Keuangan (BPK) RI Kantor Perwakilan Sultra selama dua tahun berturut-turut di 2016 dan tahun 2017.
Dipenghujung tahun 2017 ini, Pemda Wakatobi kembali mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2017 dari Kementrian Hukum dan HAM RI.
Atas keberhasilan kepemimpinannya ini, Ia juga diganjar media lokal di Sultra, sebagai Tokoh untuk kategori tokoh politik sekaligus pembangunan karena menunjukan keberhasilan dalam berpolitik dan memimpin.


































