SULTRALINE.ID, MUNA – Kehadiran kapal cepat Indomas yang digagas putra daerah Muna untuk melayani rute Kendari – Maligano – Raha (PP) disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat.
Kehadiran armada baru ini dinilai sebagai jawaban atas keluhan publik terhadap layanan transportasi laut sebelumnya.
Namun, persaingan mulai memanas setelah pesaing lama, PT Dharma Indah, diduga melakukan strategi tidak sehat dengan menurunkan harga tiket di luar ketentuan resmi. Tiket rute Kendari–Raha yang semula Rp140 ribu sesuai Pergub Nomor 90 Tahun 2022, kini dipatok hanya Rp90 ribu.
Bupati Muna, Bachrun Labuta, menegaskan bahwa pihaknya tidak menentang adanya kompetisi, tetapi harus dilakukan secara sehat dan adil. Ia bahkan mendapati sendiri penjualan tiket dengan harga di bawah aturan resmi.
“Kalau ini dilakukan secara konsisten dan permanen, tidak masalah. Tapi kalau hanya sekadar untuk mematikan usaha lain, ini jelas praktik monopoli,” tegasnya, Selasa (23/09/2025).
Menurut Bachrun, Pemkab Muna sangat terbuka bagi investor maupun pengusaha pelayaran lain. Justru semakin banyak pilihan kapal cepat, semakin baik pula layanan yang diterima masyarakat. Ia juga mengingatkan PT Dharma Indah agar tidak menggunakan strategi jangka pendek yang merugikan pihak lain.
Jika praktik tersebut terus berlanjut, Pemkab Muna siap mengambil langkah tegas.
“Saya akan berkirim surat ke gubernur untuk mempertimbangkan pencabutan izin operasi PT Dharma Indah di Raha jika persaingan tidak sehat terus berulang,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Angkutan Pelayaran Dishub Sultra, Muhammad Jalil Alfin Razak, menegaskan bahwa tarif tiket sudah memiliki dasar hukum yang jelas. Baik menaikkan maupun menurunkan harga di luar ketentuan Pergub termasuk pelanggaran.
“Kalau ada masyarakat yang merasa dirugikan, silakan melapor. Kami siap menindaklanjuti,” tegasnya.
Dengan hadirnya Indomas, masyarakat Muna kini memiliki harapan baru terhadap layanan kapal cepat yang lebih baik, sekaligus menjadi momentum agar persaingan bisnis transportasi laut berlangsung lebih sehat dan transparan.
Penulis : Baharuddin.



































