SULTRALINE.ID, MUNA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut ambil bagian dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak di delapan kabupaten secara virtual oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (05/09/2025).
Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Di Kabupaten Muna, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Katobu. Warga tampak antusias memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Bupati Muna, Bachrun, dalam laporannya kepada Gubernur Sultra memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sejak Mei hingga minggu keempat Agustus 2025. Ia menyebutkan, deflasi sempat terjadi pada Mei akibat turunnya harga telur ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah. Sebaliknya, inflasi tercatat pada Juni dan Juli karena kenaikan harga beras, cabai merah, pisang, daging ayam ras, minyak goreng, serta cabai rawit.
“Pada Agustus kembali terjadi deflasi karena harga beras, daging ayam ras, dan cabai merah mengalami penurunan,” jelas Bachrun.
Ia juga mengungkapkan bahwa harga beras di Muna terus menunjukkan tren menurun pada minggu pertama September.
“Harga beras premium Rp16.400/kg, beras medium super Rp15.600/kg, dan beras medium Rp15.200/kg. Selisih harga ini bervariasi antara Rp400 hingga Rp800 dibandingkan dua bulan sebelumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, penurunan harga tersebut merupakan hasil dari program pasar murah yang secara konsisten digelar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Muna bersama Kodim, Polres Muna, dan Bulog Raha.
Untuk GPM, pemerintah menyiapkan stok komoditas berupa beras SPHP 2.000 kg, minyak goreng 200 liter, gula pasir 200 kg, bawang merah dan bawang putih masing-masing 150 kg, serta telur 300 rak.
Dengan adanya GPM, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Penulis: Baharuddin



































