SULTRALINE.ID, KENDARI – Social Project kendari dengan nama Hero for earth yang merupakan program Beasiswa Etos ID yang dimana tujuannya meningkatkan kepekaan sosial kepada para penerima manfaatnya dengan diadakan Aksi sosial.
Kegiatan ini di laksanakan secara rutin di satu tempat yang bisa disebut dengan desa binaan. Namun kali ini ada yang beda dimana Hero for Earth melakukan kegiatan di RT 12 Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo yang dulunya dilakukan di RT 25 kelurahan Puuwatu. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama di kelurahan Bungkutoko, Sabtu (16/09/2023).
Ketua Social Project, Abdul Bukit Jalil, mengatakan, bahwa kegiatan kali ini mereka bersama pengurus akan mensosialisasikan projek sosial dengan tema ‘Sinergitas dalam menciptakan Kebiasaan Masyarakat Peduli Lingkungan”. yang inshaa allah menjadi salah satu langka awal untuk kegiatan-kegiatan berikutnya.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program kerja kepada masyarakat serta memberikan edukasi terkait produksi sampah di kota kendari, Kegiatan sosialisasi ini di ikuti 30 warga, Pak lurah, dan Kepala Camat Nambo,” ujarnya.
Ia menambahkan, Hero for earth akan melakukan kegiatan di RT 12 Kelurahan Bungkutoko dengan dua program utama yaitu program jangka panjang yang terdiri dari Pembentukan kelompok pemuda, Sampah jadi berkah, dan monitoring produktif. Sedangkan program jangka pendek adalah kolaborasi 50 komunitas dengan tema “sekali bilas”.
Sementara itu, Camat Nambo, Arling Habir, S.IP, M.AP mengatakan pemerintah kecamatan sangat mengapresiasi kegiatan dari adek adek etos hal ini sesuai dengan tagline kota kendari yaitu Bersih, Gesit atau Inovatif, Ramah, Asri dan Kondusif.
“Kami mendukung dengan kegiatan ini, ini sangat bagus untuk di wilayah kami,” katanya.
Tempat sama, Fasilitator etos ID Kendari, Mardani Syarif mengatakan untuk mengubah perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah lagi tidak lah mudah.
“Perlu adanya kesadaran dan memunculkan kebiasaan bada diri sendiri, untuk itu Hero for Earth hadir sebagai komunitas yang dapat memunculkan kebiasaan dari masyarakat itu sendiri untuk dapat mengelola sampah dengan baik,” tuturnya.
Ia menambahkan masyarakat antusias dalam kegiatan tersebut melihat pertanyaan ibu-ibu rumah tangga tentang permasalahan sampah. Dimana salah satu warga mengatakan langkah awal teman teman komunitas ini bagusnya membuat tempat pembuangan sampah sampah terlebih dahulu.
Setelah melakukan kegiatan, ditutup dengan foto bersama.
Editor: Irdwan Jeko



































