SULTRALINE.ID, KENDARI – Setelah resmi dilantik pada 28 Juni 2023 lalu, Lima orang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari periode 2023-2028 resmi bekerja.
Sebelum bekerja Kelima Komisioner KPU Kota Kendari tersebut disambut dengan Apel Penerimaan yang dilaksanakan disekretariat KPU Kota Kendari jalan Chairil Anwar No.10, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, pada Selasa pagi (04/07/2023)
Kelima komisioner yakni Jumwal Shaleh yang kembali dipercayakan sebagai Ketua KPU. Kemudian Anggota terdiri Arwah (Kordinator Divisi Parmas, Sosdiklih, & SDM), La Ode Hermanto (Kordinator Divisi Teknis), Hans Aristacus Rompas (Kordinator Divisi Redatin) dan Ahmad Segati (Kordinator Divisi Hukum dan Pengawasan).
Jumwal Shaleh mengatakan kelima komisioner sudah bermufakat dan bermusyawarah yang kembali mempercayakan dirinya sebagai Ketua KPU Kota Kendari untuk periode 2023-2028.
“Tentu dengan jabatan ini saya harus meneguhkan komitmen kepimpinan kolektif kolegial seperti sebelum-sebelumnya yang insyaallah keputusan-keputusan itu adalah harus diambil secara bersama-sama baik itu melalui pleno maupun secara informal dalam rapat-rapat nantinya,” ujarnya.
Lebih lanjut ia, bahwa ia berjanji bersama jajaran komisioner yang baru akan membangun komunikasi dan kerjasama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kepemiluan. Apalagi, sambung Jumwal itu sudah komitmen semua komisioner usai pelantikan.
“Jadi tak ada keputusan yang keluar dari satu orang tapi semua keputusan melalui musyawarah secara berlima,” tegasnya.

Jumwal menyampaikan, semenjak terpilih kembali ia dan anggota komisioner lainnya sudah berkomitmen untuk menyukseskan seluruh tahapan hingga pelaksanaan Pemilu 2024, sehingga KPU Kota Kendari berhasil melaksanakan Pemilu seperti tahun 2019 lalu. Bahkan kata Jumwal, target tersendiri dengan tidak ada nya Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kota Kendari.
“Paling tidak mengulang keberhasilan pelaksanaan pemilu 2019 lalu dimana Kota Kendari menjadi salah satu daerah yang tidak ada permasalahan dari sengketa proses kemudian sengketa hukum bahkan sampai sengketa di MK tidak ada. Dan inilah yang menjadi komitmen kami sekaligus mewujudkan zero (Nol) PSU pada Pemilu 2024 mendatang, walaupun pemilu sebelumnya ada 9 TPS yang melaksanakan PSU dan itu menjadi perhatian kami, artinya ada PSU tidak baik tapi bagaimana bekerja dengan profesional, berdedikasi dalam menghasilkan Pemilu yang baik,” paparnya.

Sementara itu Anggota Komisioner, Arwah mengatakan setelah resmi dilantik ia bersama komisioner akan bekerja untuk menyukseskan Pemilu 2024.
“Dengan mewujudkan KPU Kota Kendari sebagai lembaga yang berintegritas, profesional, dan Independen, sehingga semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat pada KPU sebagai penyelenggara pemilu,” ujar Arwah.
Ia menambahkan akan membangun sinergitas yang baik antara anggota komisioner, jajaran sekretariat KPU Kota Kendari, bahkan hingga jajaran PPK, PPS dan KPPS se Kota Kendari.
Langkah itu sangat penting karena semuanya merupakan satu kesatuan yang utuh dalam membangun kekompakan dan kebersamaan untuk menyukseskan Pemilu 2024.


Sementara itu Sekretaris KPU Kota Kendari, Wasil mengatakan Apel Penerimaan ini bagian penyambutan komisioner KPU yang baru dalam tahapan pemilu 2024.
“Ini bagaimana menjaga sinergitas antara Komisioner dan jajaran sekretariat KPU Kota Kendari sekaligus bagaimana kami memfasilitasi para komisioner dalam menjalankan tugas-tugas kepemiluan,” ujar Wasil
Ia menambahkan pihaknya sudah siap dalam membantu kerja-kerja para komisioner yang baru karena, kata Wasil pihaknya bekerja sesuai dengan amanah Undang-undang nomor 7 tentang Pemilu dan peraturan KPU.
“Kita siap membangun pemilu yang berintegritas yang tegak lurus terhadap undang-undang. Harapan kita dengan adanya komisioner baru ini motivasi kerja sekretariat semakin meningkat, kemudian komisioner bisa memberikan arahan yang baik dalam menyukseskan pemilu,” pungkasnya.

Diketahui dalam proses Apel Penerimaan diikuti seluruh jajaran sekretariat KPU beserta anggota PPK se Kota Kendari.
Editor: Irdwan Jeko



































