SULTRALINE.ID, KENDARI – Unit Kegiatan Penalaran Universitas Halu Oleo disingkat UKM Pena UHO sukses melaksanakan kegiatan Penataran Ilmiah Penalaran (PIP) ke VI, pada Minggu, 11 Juni 2023.
Kegiatan ini merupakan ajang rekrutmen atau penerimaan anggota baru di UKM Pena yang sejauh ini telah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak UKM Pena UHO kembali berdiri.
Kegiatan Penataran Ilmiah Penalaran dilaksanakan di Gedung Perkuliahan Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, tepatnya di ruangan B1.05 yang menghadirkan 40 peserta dari berbagai Fakultas di Universitas Halu Oleo ini dibuka langsung oleh Pembina UKM Penalaran UHO, Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si.
Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Dr Faisal Danu mengharapkan dan memotivasi agar UKM Penalaran terus berperan aktif dalam menyumbang mahasiswa-mahasiswa yang mampu berkarya dalam bidang penulisan, terutama penulisan ilmiah.
Sebagai informasi, kegiatan PIP VI menghadirkan beberapa pemateri yang berbagi pengetahuan dalam beberapa hal. Pertama, Arman Sahid, S.Pd. yang membawakan materi mengenai “Sejarah dan Arah Gerak UKM Penalaran”. Dalam materi ini, Arman Sahid menjelaskan mengenai sejarah, awal mula, dan pihak-pihak yang membantu proses berdirinya UKM Penalaran.
Dalam sesi tersebut, Arman Sahid yang juga merupakan demisioner ketua UKM Penalaran UHO tahun 2018-2020 menyebutkan bahwa sebelum kembali diaktifkan, UKM Pena sudah pernah berdiri sebelumnya. Pemateri menyebutkan jika UKM Pena sudah ada sejak tahun 90-an dan mulai vakum di tahun 2000-an. Akhirnya ditahun 2017 dengan dibantu beberapa pihak, UKM Penalaran kembali didirikan.
Sesi materi selanjutnya diisi oleh Ilyas, S.E., M.Si. yang membawakan materi mengenai “Eksplorasi Ide Penelitian”. Dalam penyampaian materi, Ilyas, S.E.,M.Si. menyebutkan banyak cara untuk mendapatkan ide penelitan, misalnya lewat observasi, pengalaman pribadi, membaca jurnal/sumber tertulis, lewat diskusi/seminar, dan beberapa cara lainnya.
Dalam materi ini, peserta tergugah untuk banyak berdiskusi dengan pemateri sebab materi yang dibawakan dianggap sebagai persoalan utama yang mengganggu produktifitas dalam menulis.
Terakhir, materi diisi oleh Hasmina Tari Mokui, S.T., M.E., Ph.D. Pada sesi ini, panitia meminta pemateri untuk berbagi pengalaman pribadinya, sebab pemateri yang akrab dipanggil Ibu Tari merupakan lulusan perguruan tinggi luar negeri sehingga diharapkan mampu menginspirasi anggota baru UKM Penalaran agar memiliki karir yang lebih baik dibanding pemateri.
Dalam sesi ini juga Ibu Tari membagikan tips agar ketika lanjut studi dijenjang selanjutnya anggota UKM Pena bisa mendapatkan beasiswa, salah satunya dari LPDP.
Materi yang disampaikan Ibu Tari juga menjadi penutup sekaligus mengakhiri kegiatan Penataran Ilmiah Penalaran VI. Panitia berharap kegiatan ini mampu melahirkan anggota baru yang memiliki minat dan kemampuan dalam membuat karya ilmiah.
Editor: Irdwan Jeko



































