SULTRALINE.ID, KENDARI – Yayasan ASR Foundation dan Yayasan Asmar Abadi memfasilitasi ratusan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengikuti bimbingan teknis sertifikasi halal yang diadakan selama 3 hari mulai 22 Februari sampai 24 Februari 2023 di Hotel Kubah 9 Kota Kendari.
Kegiatan bekerjasama sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Jaminan Produk Halal (JPH) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah, dan Komunitas Kuliner Kendari, dibuka langsung Ketua Yayasan ASR Foundation, Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Rabu (22/02/2023).
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan ASR Foundation, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka mengatakan jumlah pelaku UMKM yang mengikuti Bimtek Sertifikasi Halal ini berjumlah 250 orang. Dan kedepannya dirinya akan memberikan alokasi kuota lebih bagi para pelaku UMKM untuk mengikuti sertifikasi halal yang akan dilaksanakan ASar Foundation kedepannya.
“Ini merupakan kerja ikhlas kita semua. Dan salah satu upaya kita untuk membantu para pelaku UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal,” tuturnya.
Ketgam: Ketua Yayasan ASR Foundation Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka saat membawakan sambutan sekaligus membuka Bimtek Sertifikasi Halal di Hotel Kubah 9, 22 Februari 2023.
Ia menambahkan kedepannya akan terus meningkatkan, sehingga semakin banyak pelaku-pelaku usaha yang memiliki sertifikasi halal.
“Saat ini kita baru memfasilitasi 250 orang. Nanti kita akan tingkatkan kita tambah jumlahnya termasuk yang untuk Rumah Potong Hewan (RPH),” ungkapnya.
Sementara itu, Sekertaris Satuan Tugas (Satgas) Jaminan Produk Halal (JPH) Kementrian Agama Provinsi Sultra, H Ruspandi dalam sambutannya mengatakan hingga Februari 2023 tercatat masih banyak produk – produk yang beredar di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum memiliki sertifikasi Halal.
Lebih lanjut H Ruspandi mengatakan sampai 21 Februari 2023 saat ini baru 256 sertifikat halal yang terbit dari 980 jumlah produk yang ada di Sultra. Jumlah tersebut masih minim sehingga dibutuhkan kerjasama semua stakeholder untuk dapat memaksimalkan proses sertifikasi halal ini.
“Hanya 0,19 persen. Sangat sedikit di Sultra produk serifikat halal padahal sangat banyak produk di Sultra,” ungkapnya.
Ia menambahkan sertifikasi halal ini merupakan salah satu langkah pelayanan pelaku usaha kepada konsumen dalam hal menjaga mutu dan kualitas produk yang aman dan halal untuk di konsumsi. Terlebih kata Ruspandi, di tahun 2024 semua produk yang beredar di Indonesia harus sudah memiliki sertifikat halal.
“Pada oktober 2024 jika bahan makanan dan minuman termasuk hasil sembelihan tidak memiliki sertifikat halal maka tidak boleh beredar di Indonesia,” tuturnya.
Dengan adanya Bimtek Sertifikasi Halal ini, Ruspandi berharap dapat menekan angka produk yang belum memiliki sertifikat halal menjadi halal.
“Terimakasih kepada Yayasan ASR Foundation yang telah melaksanakan Bimtek ini,” pungkasnya.
Selain bimtek, kegiatan juga diisi dengan memamerkan hasil-hasil produk UMKM lokal yang telah mendapatkan sertifikasi halal.
Editor: Irdwan Jeko
SultraLine Bisa Diakses Melalui Saluran Google News atau Google Berita berikut Ini: CLick
SULTRALINE.ID-KENDARI Dugaan kekerasan kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan photo photo kekerasan beredar luas di media sosial yang di alami perempuan...
SULTRALINE.ID- KOLAKA Purwokerto, 1 Oktober 2026 — Kontingen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka sukses meraih Juara Harapan II Kategori Stand...
SULTRALINE.ID–KENDARI Di tengah luka yang belum sepenuhnya pulih, seorang perempuan asal Kendari berusia 47 tahun, Wagiyem, kini harus menjalani perjuangan...