SULTRALINE.ID, KENDARI – Tuntut pembayaran uang jasa, Ratusan pegawai Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari, Sulawesi Tenggara melakukan berdemonstrasi, Selasa (6/9/2022).
Mereka tak mau lagi di janji mengingat uang jasa tersebut sudah berbulan-bulan tak kunjung dibayarkan.
Salah seorang pegawai RSJ Kendari, Hasrul mengatakan, para pegawai meminta transparansi pembayaran uang jasa yang telah tertunda selama sembilan bulan lamanya.
Menurutnya, selama ini tidak ada transparansi dari pihak bendahara, sehingga pihaknyameminta diganti, mengingat uang jasa sudah sembilan bulan tak terbayarkan yang membuat mereka hanya di janji namun tak kunjung terealisasi.
“Jadi terdapat ratusan juta uang jasa para pegawai yang tak kunjung dibayarkan sejak tahun lalu,” ungkap Hasrul.
Ia menambahkan sehingga dari perawat, administrator, penunjang, sudah tidak percaya dengan kinerja bendahara.
“Kami menuntut agar uang jasa cepat dicairkan. Besarannya klaim saja per orang pegawai ada yang dapat sejuta ada yang ratusan ribu, tergantung posisinya. Ini ada ratusan orang pegawai yang harus dibayarkan uang jasanya,” tegas Kepala Kamar Mayat RSJ Kendari.
Menanggapi demonstrasi pegawainya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala RSJ Kendari, I Ketut Suartika mengatakan terkait tuntutan pegawai pihaknya sudah melakukan upaya, agar uang jasa tersebut bisa segera diselesaikan.
“Jadi berkas-berkas pencairan uang jasa pegawai sekarang sedang diverifikasi di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi karena kan mereka yang berwenang. Mudah-mudahan tidak ada kesalahan dan bisa selesai hari ini,” kata Ketut.
Ia menjelaskan, pembayaran uang jasa pegawai nantinya akan dilakukan secara non tunai.
“Inilah kebiasaan lama yang saya luruskan, pembayaran keuangan harus non tunai dan tidak boleh tunai. Keuangan itu berdasarkan regulasi yang ada,” timpalnya.
“Yang pastinya ini akan dicairkan kan ini hak bagi mereka (Pegawai, red), ” tutupnya.



































