SULTRALINE.ID, KENDARI – Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara menggelar program kerja partai di kampung Muna-muna Kelurahan Bungkutoko, Kota Kendari. Program tersebut melibatkan seluruh kader pengurus DPD, DPC Kota Kendari, PAC, Ranting hingga organisasi sayap partai Dewan Pimpinan Cabang Banteng Muda Indonesia Kota Kendari.
Giat tersebut merupakan program memperingati bulan kelahiran Bung Karno yang dirangkaikan dengan beberapa jenis kegiatan, mulai dari membersihkan lingkungan, pengobatan gratis, sunnat masal hingga peresmian Musholla yang dibangun oleh DPD PDIP Sultra dan DPC PDIP Kota Kendari di dua titik di Wilayah muna-muna dan Kelurahan Bungkutoko.
Saat ditemui, keterwakilan DPC BMI Kota Kendari, Ahmad Yahya Tikori mengatakan bahwa berjalannya kegiatan tersebut sebuah apresiasi yang patut disyukuri.
“Iya benar, apresiasi buat kita bersama. Semua kita lakukan dengan tulus bahwa masih ada wilayah terpencil yang memang sangat membutuhkan harapan sosial demi merasakan lingkungan yang layak. Pada prinsipnya kita berpartai bukan hanya pada konteks politik, melainkan sarana untuk menjunjung tinggi ideologi yang itu berorientasi pada kemakmuran rakyat.” Ucap Sapaan Pace itu.
“Seluruh kader PDIP baik DPD, DPC, PAC, Ranting hingga sayap semua terlibat dalam kegiatan. Kita semua bersinergi untuk sama-sama mensukseskan seluruh program yang berjalan saat ini.” Sambung Pace.

Menurutnya, acara tersebut merupakan realitas kepedulian sesama manusia. bukan disaat bulan Bung Karno, mereka terus lakukan survei dan melihat wilayah tertinggal untuk menciptakan solusi memberdayakan agar hidup dengan layak.
“Allhamdulillah progresnya berjalan dengan baik, acara dan kegiatan ini atas partisipan suka rela dari semua kader PDIP termasuk membangun masjid. Simbolnya masjid merah putih, artinya masjid di bangun dua unit, yang di muna-muna warna merah dan yang di bungkutoko samping jembatan kuning masjid warna putih. Harapan kami tentu menjadi kebanggan buat kita semua, dengan hadirnya dua unit masjid kita menumbuhkan keyakinan umat beragama, kemudian PDIP bukan sekedar berPDIP, melainkan bagaimana kita membangun cinta terhadap ideologi partai, bangsa dan negara yang itu semua demi kemakmuran rakyat indonesia.” Tutup Pace.
Laporan : Jamal



































