SULTRALINE.ID, KENDARI – Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini tentu saja memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai sektor, tak terkecuali sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka menindak lanjuti kolaborasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif bersama para Kepala daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, sekaligus Penguatan Amenitas Wilayah Penyangga DPP Wakatobi dan sekitarnya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur melalui Direktorat Pengembangan Destinasi II hari ini melaksanakan kegiatan bertajuk Gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman (BISA) Kota Kendari, Kamis (17/6/2021).
Pada momen ini, Wali Kota Kendari H. Sulkarnain K. SE., ME hadir membuka secara resmi Gerakan BISA Kota Kendari, sekaligus berkesempatan menjadi Keynote Speech pada perhelatan yang berlangsung di DTW Pantai Nambo Kota Kendari ini. Kegiatan pun diawali dengan kolaborasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif bersama para Kepala daerah se- Provinsi Sulawesi Tenggara.
Selain itu, sebagai upaya adaptasi kebiasaan baru di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, program Gerakan BISA Kota Kendari bertujuan untuk mendorong para pelaku usaha pariwisata dan industri kreatif untuk meningkatkan kesiapan, mengantisipasi perubahan, dan melakukan adaptasi agar dapat menarik kembali kepercayaan dari wisatawan dengan menekankan pada empat aspek esensial di sektor parekraf. Empat aspek tersebut terdiri dari kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan.
“Semoga semangat dan antusiasme bisa menjadi semangat bersama, sehingga kita bisa menularkan kepada masyarakat, bahwa apa yang kita harapkan bisa kita wujudkan. Kita juga sangat berharap bersama Dinas Pariwisata kita bisa semakin mengembangkan semua potensi yang kita miliki di Kota Kendari.” Harapnya.
Kegiatan ini pun diakhiri dengan penyerahan cinderamata dengan CHSE oleh Kemenparekraf kepada Pemda secara simbolis, yang dirangkaikan dengan foto bersama Wali Kota Kendari, Bidang Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Direktur Pengembangan Destinasi II, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari.



































