SULTRALINE.ID, KENDARI – Yayasan Keluarga Kerajaan Laiwoi Kendari Mengadakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Adat Tolaki ( Laika Aha) dan Focus Discussion Group ( FGD) Pemberdayaan Masyarakat Tolaki Guna mewujudkan Kawasan Adat Tolaki yang di laksanakan Di Mandobi, Kelurahan Sambuli Kecamatan Nambo Kota Kendari ( Sabtu, 14 November 2020)
Dalam Kegiatan ini di Hadiri oleh Raja Laiwoi X Drs.H.Irwan Tekaka Saosao, Putra Mahkota Kerajaan Laiwoi Kendari Endry Irwan Tekaka, SE, Ketua Lembaga Adat Tolaki ( LAT ) Provinsi Sulawesi Tenggara H.Mashyur Masie Abunawas, Pemangku Raja Muna dr.H.La Ode Baharuddin, M.Kes , Mewakili Sultan Buton Siolimbona Kesultanan Buton, Mewakili Raja Moronene Poleang Ir.Andi Muslimin, MT , Mewakili Walikota Kendari oleh Asisten I Pemkot Kendari Ir. Agus Salim, MS, Mewakili Kapolres Kendari Oleh Kasat Binmas Polres Kendari AKP Yusuf Muluk Tawang, Ilham Hamra Ketua Bapemperda DPRD Kota Kendari, Ketua Yayasan Keluarga Kerajaan Laiwoi Kendari Drs.Jamal Natsir Saosao, Msi dan sejumlah Tokoh Masyarakat serta Rumpun Keluarga Kerajaan Laiwoi Kendari.
Dalam Kegiatan Ini, di awali dengan prosesi diri adat Tolaki permohonan ijin kepada pemimpin adat oleh Pabitara untuk melanjutkan agenda acara kepada Mokole Raja Laiwoi Ke X disaksikan oleh para tamu undangan dan di lanjutkan dengan pembacaan Doa serta sambutan- sambutan dan di tutup dengan pemukulan Gong Oleh Ir.Agus Salim Safrullah Asisten 1 Pemerintah Kota Kendari Mewakili Walikota Kendari sebagai Tanda Di Mulainya Pembangunan Rumah Adat Tolaki ( Laika Aha ) di Mandiri Kelurahan Sambil Kecamatan Nambo Kota Kendari.
Drs.H.Irwan Tekaka Saosao Raja Laiwoi X saat Menerima Permohonan ijin Tersebut menjelaskan tentang sedikit sejarah Kerajaan Laiwoi dan Kota Kendari
” Sejarah Kerajaan Laiwoi sudah berdiri sejak tahun 1610 dan Kota Kendari awalnya Bernama Kandai ” Ungkap Putra Raja Tekaka ini
Putra Raja Tekaka ini, Juga mengaku cukup bangga dengan adanya upaya dari Pembangunan kembali Rumah Adat Tolaki (.Laika Aha ) dan ia berharap agar seluruh masyarakat Tolaki, Rumpun Kerajaan Laiwoi agar selalu Medulu Mepokoaso dalam Rangka mempertahankan Adat Istiadat dan Budaya Suku Tolaki agar tidak hilang di telan zaman dan tidak bernasib seperti Bangsa Indian di Amerika dan Bangsa Aborigin di benua Australia yang hilang di Negerinya sendiri
“Mari untuk selalu medulu mepokoaso pertahankan adat istiadat dan Budaya Suku Tolaki ” Tegas Irwan Tekaka Saosao.

Ia juga menambahkan bahwasanya pembangunan rumah adat Tolaki ( Laika Aha ) di Mandobi Kelurahan Sambil Kecamatan Nambo ini karena berdasarkan Sejarah bahwa sekitar tahun 1940 an, di Mandobi ini pernah berdiri sebuah Rumah Adat Tolaki ( Laika aha)
“Disini pernah berdiri rumah adat Tolaki di Tahun 1940 an ” Kata Raja Laiwoi X
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Tolaki Provinsi Sulawesi Tenggara H.Masyhur Masie Abunawas dalam pidato sambutan menyatakan Bahwa Lembaga Adat Tolaki mendukung Penuh Pembangunan Rumah Adat Tolaki ( Laika Aha) dan ia mengajak seluruh masyarakat Tolaki untuk medulu mepokoaso untuk mewujudkan Rumah Adat Tolaki tersebut
“LAT mendukung Penuh Pembangunan Rumah Adat Tolaki ( Laika Aha ) ini dan mari medulu mepokoaso mewujudkannya ” Kata Mantan Walikota Kendari dua Periode ini.
Trah Kapita Lasandara ini juga menegaskan Bahwa Antara Lembaga Adat Tolaki dan Yayasan Keluarga Kerajaan Laiwoi Kendari tidak bisa di pisahkan, Mari saling membantu dan menguatkan
“LAT dan Keluarga Kerajaan Laiwoi Kendari tak bisa di pisahkan ” Tegas Ketua LAT Sultra ini.
Untuk di ketahui , Pembangunan Rumah Adat Tolaki ( Laika Aha) adalah sebuah Gagasan Besar dalam Rangka Mempertahankan Adat Istiadat dan Budaya Suku Tolaki sekaligus menjadi Simbol Pemersatu Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara Khususnya Kota Kendari dan akan di bangun di Atas Tanah Seluas 4 Hektar dengan Estimasi Anggaran sebesar 3 Milyar Rupiah.
Laporan : Ismar Indarsyah



































