SULTRALINE.ID, MUNA – Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Muna La Ode Muhammad Ilyas menyebut bahwa masyarakat Muna kerap dihebohkan dengan berita yang sangat mengejutkan tentang hal yang palsu-palsu.
Ia mengatakan jika dulu masyarakat Muna dihebohkan dengan beredarnya informasi tentang ijazah palsu, saat ini masyarakat Muna kembali lagi dihebohkan lagi dengan kasus nama palsu.
“Kalau tahun-tahun yang lalu Kabupaten Muna selalu dihebohkan dengan berita tentang ijazah palsu, yang hidup antara tahun 2000 – 2010 pasti masih ingat bagaimana hebohnya kasus ijazah palsu pada seorang bupati, pada kali ini kembali kita di Muna dihebohkan lagi dengan kasus nama palsu,” sebutnya.
Hal itu disinggung Ilyas saat membawa sambutan dalam acara silaturahmi pasangan calon Bupati Muna nomor urut 2 Laode M Rajiun Tumada dan wakilnya Haji La Pili bersama masyarakat dan pedagang pasar sentral Laino Raha, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Rabu, 07 Oktober 2020.
Tokoh pemuda yang familiar dikenal komitmen dalam garis perjuangan rakyat ini juga mengingatkan kapada masyarakat bahwa terkait yang palsu-palsu tersebut harus menjadi catatan tersendiri buat masyarakat dalam menilai seorang pemimpin.
“Bagaimana mungkin dia bisa merealisasikan janji-janjinyanya kepada kita semua, sementara namanya saja sudah? Sudah apa?” tanya Ilyas kepada masyarakat yang kemudian terus dijawab dengan teriakan kata ‘palsu’.
Ia juga mengingatkan bahwa dua calon kepala daerah yang akan bertarung di Muna adalah sama-sama pernah menjabat sebagai bupati. Artinya menurut dia, dua calon pemimpin tersebut sama-sama bisa ditakar komitmennya dalam menjawab persoalan rakyat.
“Kita tidak butuh bupati yang hanya berjanji saja, tapi kita butuh bupati yang tegas, disiplin, dan mampu merealisasikan janji-janji, siapa dia? Siapa dai? Rajiun dan Haji La Pili,” kata Ilyas.
“Kita memilih Rajiun dengan nurani karena nurani kita tidak mungkin membohongi kita,” pintanya.
Laporan : DD



































