Oleh : Sahir Barakati (Waketum PW PERISAI Sultra)
26 September 2019, kurang lebih setahun sudah tetesan darah tumpah dari tubuh dua orang reformis, dua orang pahlawan rakyat, hingga mengugurkan dan merenggut nyawa Muhammad Yusuf Kardawi, mahasiswa Fakultas Teknik dan Randi Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo. Keduanya menjadi martir dalam aksi demonstrasi menolak RKUHP dan revisi UU KPK di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara.
Kurang lebih sebulan yang lalu. tepatnya 27 Agustus 2020 ialah sidang ke empat yang digelar di Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan, namun nampaknya hasil sidang yang digelar secara Virtual tersebut terasa kurang adil diterima oleh berbagai kalangan, Mahasiswa, utamanya Keluarga kedua korban. Tragedi luka dan duka nampaknya tidak berbalas dengan apa yang diterima dan dijalani oleh para pelaku.
Sekelumit persoalan HAM di Sulawesi Tenggara ini nampaknya adalah potret dan menjadi salah satu ukuran betapa kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia utamanya Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara masih jauh dari asa dan harapan para pencari keadilan terkhusus dalam kasus Randi dan Yusuf.
Tiga kali sudah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara namun dahaga untuk mendapat keadilan dan kepuasan dalam proses penyelesaian kasus ini masih jauh panggang dari api. Kapolda Sultra sebagai putra daerah harus mampu menjawab secara terang benderang akan tantangan dan tanggung jawab berat dalam persoalan tragedi kemanusiaan ini, agar dikemudian hari tidak akan ada lagi Randi dan Yusuf selanjutnya.
Citra Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara sedang dipertaruhkan menjelang satu tahun perjalanan tragedi ini. Ada banyak pertanyaan yang harus dijawab, banyak beban yang harus dipikul oleh Kapolda Sultra untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Korps Bhayangkara. Kita masih menaruh kepercayaan akan profesionalisme Kepolisian bahwa kasus ini dapat dibuka selebar-lebarnya, seluas-luasnya dan seterang-terangnya. Mengingat tuntutan keadilan bukan hanya datang dari Keluarga korban, dan Mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut, tetapi menjadi tuntutan dari segenap lapisan rakyat Indonesia.
Istirahatlah di pusara terakhirmu Randi dan Yusuf, jasad kalian boleh saja tiada sekarang, namun kalian telah mewariskan semangat juang yang tetap tumbuh subur dan menyala di jiwa seluruh mahasiswa Indonesia, para pendiri bangsa ini kelak akan menjemput kalian di gerbang surga.



































