SULTRALINE.ID, KENDARI – Dalam rangka menjaga dan pelestarian ekosistem pesisir pantai, Sahabat Relawan Peduli Sosial Sultra (SRPS) melaksanakan kegiatan penanaman pohon Mangrove di Kelurahan Lapuko, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sultra. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, dimulai dari sejak tanggal 16 sampai dengan tanggal 19 September 2020.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Konsel. Dalam sambutannya Ir. Agus Salim M.Si. sangat mengapresiasi program tersebut dan mengungkapkan rasa bangganya terhadap panitia pelaksana yang notabenenya mahasiswa.
“Ini merupakan wujud nyata bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan.
Dengan kehadiran Sahabat Relawan Peduli Sosial ini kita berharap bahwa ekosistem hutan mangrove dapat terjaga dengan baik.” Ungkap Agus Salim.
Agus Salim menambahkan “Kita ketahui bersama bahwa mangrove ini memiliki fungsi yang begitu banyak. Dari sisi fisik, mangrove berfungsi untuk menahan erosi dan abrasi pantai. Dari sisi biologis mangrove berfungsi sebagai tempat ikan-ikan berkembang biak dan hewan-hewan laut lainnya yang berdampak pada peningkatan hasil tangkap nelayan.
Fungsi kimia, mangrove berperan dalam menghasilkan oksigen yg kita hirup ini dan menyerap karbondioksida yang berbahaya bagi kesehatan,” tambahnya.
“Tentunya kita tidak ingin kegiatan ini hanya sampai pada tanam-menanam, namun berlanjut hingga tahap pemeliharaannya, mari kita sama-sama menularkan kegiatan positif ini kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah akan terus menerus mendorong untuk bagaimana bisa melestarikan segala Sumber Daya Alam yang tersedia,” tukas Agus Salim sebelum menutup sambutannya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendiri SRPS, Musram Abadi, S.Pt., M.Si. dalam sambutannya menjelaskan arah dari komunitas sahabat relawan peduli sosial.
“Komunitas Sahabat Relawan Peduli Sosial Sultra mempunyai berbagai bidang diantaranya bidang pendidikan, bidang kesehatan, ekonomi kreatif dan bidang lingkungan Hidup. Kegiatan penanaman pohon mangrove di lapuko ini salah satu kegiatan di bidang lingkungan hidup yang tentunya menjadi langkah awal untuk kegiatan di bidang tersebut,” terangnya.


Musram Abadi menambahkan secara umum orientasi program dari RSPS ini adalah pemberdayaan masyarakat daerah tertinggal, untuk bagaimana memaksimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya disuatu daerah.
Masih ditempat yang sama Ketua Umum SRPS Wa Ode Jasnia dalam sambutannya melaporkan kegiatan ini melibatkan 50 peserta dan panitia yang tergolong dalam relawan dari lintas Fakultas sampai Universitas. Kegiatan ini terlaksana oleh kerjasama dengan BPDAS HL Sampara selaku penyedia 1000 bibit mangrove dan pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Wa Ode Jasnia mengatakan, “bibit pohon yang ditanam merupakan hasil persemaian dari BPDASHL Sampara. Jadi, kami menggandeng BPDASHL. Merekalah yang menyediakan bibitnya. Wa Ode Jasnia menambahkan setelah kegiatan penanaman pohon mangrove ini diaksanakan, akan dilanjutkan dengan tahap perawatan yang akan dilakukan selama 1(satu) tahun,” tuturnya.
“Program ini akan berlangsung selama satu tahun kedepan. Mulai dari penanaman, penyulaman dan pemeliharaan. Insya Allah kita juga akan melakukan penambahan bibit kedepannya,” tambah Wa Ode Jasnia.



Tak lupa pula ia mengucapkan Wa Ode Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusinya hingga kegiatan ini terlaksana dengan baik. “Terkhusus kepada Camat Moramo, Lurah Lapuko dan Pengurus Karangtaruna Lapuko yg telah begitu banyak memberikan dan menyediakan fasilitas kepada kami,” tutup Mantan Wakil Ketua BEM FPt UHO periode 2019/2020.
Laporan : Citizen Journalist Jasman



































