SULTRALINE.ID, KENDARI – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Muna Barat bisa dibilang masih dua tahun lagi atau tepatnya 2022 mendatang. Namun bakal calon sudah mulai bermunculan di media sosial (Medsos). Terlebih Bupati Muna Barat saat ini LM Rajiun Tumada maju dalam kontestasi Pilkada Muna yang bakal di helat pada 9 Desember mendatang.
Adapun figur yang mulai digadang-gadang bakal menghiasi Pilkada Muna Barat salah satunya yakni LM Ikhsan Taufik, yang merupakan calon Bupati yang maju melawan LM Rajiun Tumada pada Pilkada Mubar 2017 lalu dan beberapa figur lain.
Atas yang bermunculan, membuat Pemuda Muda Barat La Ode Agus Salim memberi tanggapan terkait rencana yang akan mencalonkan Bupati Mubar di 2022 mendatang.
Menurutnya, langkah-langkah demokratis yang saat ini semestinya melihat bayang-bayang dan wacana dimana orang beranggapan tahun 2022 jadi banyak dari calon kandidat ingin mencalonkan.
“Padahalkan instrument yang pastinya tahun 2024 yang pastinya dari 2022 yang di Muna barat bermunculan beberapa kandidat di Muna Barat seperti Ikhsan wacananya mencalon lagi di Muna Barat dan kembali bertarung. Kita apresiasi semua yang mau mencalon tapi yang perlu di perhatikan kan banyak juga kader-kader potensi di Muna atau Muna barat yang bisa terukur kapasitas ilmunya,” katanya.
Lebih lanjut ia, seharusnya ada figur yang lain, misalkan dari Partai Golkar memberikan juga kesempatan pada Uking Jassa terlebih dia juga sudah beberapa kali jadi angota DPRD dan memiliki pengalaman serta itu sudah bisa.
“Karena yang digemborkan pada Ikhsan jangan sampai variabelnya Partai Golkar ini hanya pada wilayah-wilayah itu saja. Hegemoni politik yang ada didataran Muna ini, hanya yang ada diwilayah itu saja, dari wilayah partai politik hanya satu variabel saja maka dari itu kiranya melihat kondisi banyak potensi dan dari banyaknya kader potensi kenapa tidak diorbitkan itu kader-kader potensial,” beber Alumni UHO ini.
“Contohnya Uking Jassa, Laode Aca mereka ini punya impian dan harapan untuk memimpin di Muna Barat aau tidak Pak Ali Basa juga punya harapan walau beliau bukan dari Golkar tapi bisa jadi mau masuk lewat gerbong lain untuk bersama Golkar tapi itu hanya umpama saja,” timpalnya.
Ia menegaskan, di wilayah pulau Muna ini hanya didominasi dan dihogemoni oleh pihak tertentu berarti ada sesuatu hasrat yang tinggi dan tidak menginginkan orang lain untuk menempati itu memang sih itu sah-sah saja secara demokrasi tapi jika dinilai dari hitungan masih banyak potensi yang mau diorbitkan.
“Tapi kalau yang di besarkan tidak dilihat dari segi potensi maka pasti akan ada yang ganjil, maksudnya orang lama yang sudah mendalami atau mendarah daging dalam organisasi tersebut kini di silet atau lambung tikungan karena persoalan dia di anggap dapat menjagah trah ke kuasaan pulau Muna maka yang lain terabaikan dan yang lain hanya berani bermimpi dalam bayang-bayang, coba kita tanya jujur pada mereka yang ingin calon di Muna Barat apakah hanya sekedar gaya-gayaan aja tebar Pamfelet dan lempar wacana aja agar bisa kelihatan WOW atau pemer aja,” tuturnya.
Agus juga menilai, terkait wacana Ikhsan mau mencalonkan, ia mempertanyakan apakah yang melempar wacana duluan. Yang pastinya, kata ia, wacana ingin calon di Mubar dan lama berkiprah di Golkar ikhlas tidak ketika Ikhsan Maju lagi, namun ia menekankan itu urusan internal parpol tersebut.
“Setelah itu Kalau kita berfikir banyaknya calon yang muncul apakah hanya berdasarkan kamuflase atau jangan sampai hanya tebar pesona, sebenarnya di Muna Barat itu cukup cermat dalam melihat kemampuan orang. Mau calon tapi kalau sekali batu dari patronnase ya langsung diam dan belum berani keluar dari zona itu padahal kemampuannya itu sudah cukup mumpuni, ini menandakan kecerdasan mereka dan kemampuan mereka hanya di gunakan biasa aja,” pungkas Agus.
Untuk diketahui, LM Ikhsan Taufik merupakan Calon Bupati Muna Barat yang maju pada 2017 lalu yang berpasangan dengan La Nika yang melawan pasangan LM Rajiun Tumada-Ahmad Lamani. Dimana pleno terakhir KPU Mubar untuk perolehan suara LM Rajiun Tumada-Ahmad Lamani unggul dengan perolehan suara 59,4 persen atau 26.121 suara. Sementara Paslon Ikhsan Taufik Ridwan-La Nika (Insani), mendapatkan 40,6 persen atau 17.823 suara.
Laporan : TIM



































