SULTRALINE.ID, KENDARI – Pilkada serentak 2020 saat ini sudah melewati tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah (Bacakada) pada 4 sampai 6 September.
Untuk Sulawesi Tenggara (Sultra) ada tujuh daerah yang akan melaksanakan Pilkada serentak yakni Kabupaten Muna, Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Buton Utara dan Wakatobi.
Dari ketujuh daerah, Pilkada Kabupaten Muna yang sangat menyita perhatian publik, pasalnya bisa dibilang pertarungan sesama Bupati yakni LM Rusman Emba selaku Bupati Muna sekaligus petahana yang berpasangan dengan Bahcrun Labuta (RE2P) sedangkan penantangnya LM Rajiun Tumada merupakan Bupati Muna Barat yang berpasangan dengan La Pili (RAPI).
Melihat ketatnya Pilkada tahun ini, membuat salah satu tokoh pemuda Pulau Muna, La Ode Muhamad Isdar, akhirnya menyatakan sikap dukungan jatuh ke tangan RAPI.
Menurut pria kerab disapa LMI ini, alasan memilih pasangan Rajiun-La Pili didasari komitmen dirinya sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dimana sebagai salah satu partai pengusung.
“Sebagai kader Partai tentu saya harus mengikuti arahan partai dimana PPP mengusung dan mendukung penuh Paslon RAPI,” katanya, Rabu (9 September 2020).
Mantan Caleg DPRD Sultra dari PPP Dapil Muna-Muna Barat-Buton Utara tahun 2019 yang berhasil meraih suara sebanyak 1625 suara dengan rincian Kabupaten Muna 1130 suara, Butur 70 suara, dan Mubar 425 suara.
Dengan berbekal dasar itu, ia mengatakan saat ini mulai melakukan gerakan mengumpulkan lumbung-lumbung suara yang ada dibeberapa desa di Muna.
“Alhamdulillah saat ini saya mulai konsolidasi kembali kepada pemilih-pemilih saya waktu Pilcaleg kemarin, yang siap bersama mari kita berjuang untuk kemenangan RAPI,” pungkas Mantan Ketua BEM Teknik UHO ini.
Untuk diketahui, setelah mendaftar diri KPU Paslon LM Rajiun Tumada-La Pili diusung 16 kursi yakni Hanura lima kursi, Demokrat empat kursi, Gerindra tiga kursi, Nasdem dua kursi, PPP dan PAN masing-masing satu kursi, sedangkan Paslon LM Rusman Emba-Bahrun dengan perolehan 14 kursi yaitu PDIP empat kursi, Golkar empat kursi, PKB empat kursi dan PKS dua kursi.
Laporan : TIM



































