SULTRALINE.ID, KOLAKA – Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka patut berbangga yang telah dipercayakan melaksanakan diskusi online atau webiner via Zoom bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam program “goes to campus”. Yang sangat spesial USN Kolaka merupakan satu-satunya kampus di wilayah timur Indonesia yang terpilih melaksanakan kegiatan tersebut.
Kegiatan diskusi online ini mengambil tema : kebijakan agraria dan tata ruang dlm RUU Cipta kerja. Sebagai narasumber diantaranya menteri ATR/BPN Dr.Sofyan Djalil, SH., MH, MA, M.ALD, Dirjen Penataan Agraria RI bapak Andi Tenrisau dan akan dibuka oleh Rektor USN Dr. Azhari sekaligus memberikan sambutan, serta akan menjadi moderator Dekan FH USN Yahyanto,SH.MH yang akan diadakan pada Selasa 25 Agustus 2020.
Saat dikonfirmasi, Dekan Fakultas Hukum USN Kolaka, Yahyanto mengatakan, kegiatan ini berawal dari diskusi dengan Yagus Suyadi selaku kepala biro hukum dan hubungan masyarakat kementerian ATR/BPN RI bahwa menteri mempunyai program kegiatan “goes to campus” melakukan kegiatan diskusi online di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, dengan kegiatan tersebut.
“Kemudian fakultas hukum USN kolaka mengajukan permohonan kepada kementerian untuk dapat menjadi tuan rumah diskusi online tersebut, proses atensi di kementerian cukup lama selama 1 bulan baru mendapatkan persetujuan dengan kementerian, kegiatan goes to campus ini Fakultas Hukum USN sudah dilaksanakan selama 14 kali dan satu-satunya goes to campus dilakukan di wilayah timur indonesia,” katanya, Jumat, 21 Agustus 2020.
Ia menambahkan atas kepercayaan ini pihaknya sangat bersyukur bahwa Fakultas Hukum USN diberi kesempatan untuk melaksanakan kegiatan tersebut dan menjadi nilai tambah bagi Fakultas dan Universitas.
“Dengan kegiatan ini mahasiswa hukum dan USN dapat berdiskusi langsung dengan kementerian tentang permasalah RUU cipta kerja serta memahami selak beluk RUU tersebut yang menjadi polemik. Dan harapan kami mahasiswa USN dapat tetap mendapatkan ilmu dimasa pandemi Covid-19 karena diskusi online menggunakan aplikasi zoom,” tutupnya.
Laporan : Sri



































