SULTRALINE.ID, MUNA – Hampir 2 bulan ini, desa bahutara, Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara diguncang polemik luar biasa yang di akibatkan kebijakan sepihak Pj kades bahutara yang memecat imam desa dan khatib yang telah puluhan tahun bekerja sebagai pegawai sarah.
Diperparah, sampai saat ini tidak adanya upaya penyelesaian konflik dari BPD Desa bahutara, sehingga memaksa Babinsa Koramil Kabawo Kopda Laode Zulkifli turun tangan. Pada hari Rabu 29 juli 2020 Kopda Zulkifli mengundang seluruh tokoh masyarakat dan tokoh pemuda hadir dalam pertemuan membahas persoalan imam desa.
Pada kesempatan tersebut Kopda Laode Zulkifli mengatakan bahwa pertemuan tersebut bermaksud untuk menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di desa bahutara.
“Pada hari ini saya undang seluruh tokoh masyarakat untuk bersama – sama menyelesaikan konflik sosial yang 2 bulan terakhir ini terjadi di desa bahutara. Bagian dari tupoksi saya sebagai babinsa untuk membina masyarakat ke arah yang lebih baik termasuk dalam penyelesaian masalah,” katanya
Apa yang dilakukan aparat TNI aktif itu, mendapatkan dukungan dan apresiasi datang dari berbagai kalangan, salah satunya dari sekjen IPMA Desa Bahutara Feri Indrawan yang mengapresiasi upaya tersebut.
“Sebagai salah satu pemuda bahutara saya tentu sangat mengapresiasi upaya babinsa dalam penyelesaian masalah imam desa ini. Mengingat Pemda dan pemerintah Kecamatan sudah turun tangan mengatasi masalah ini tapi tidak pernah ada kesimpulan. Alhamdulillah lewat babinsa Kopda Zulkifli masalah ini bisa teratasi,” kata Feri
Lewat rapat yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut dihasilkan kesepakatan bahwa imam desa dan khatib yang di copot di kembalikan ke posisi awal agar tidak ada polemik – polemik baru yang muncul di Desa Bahutara.
Laporan : TIM



































