SULTRALINE.ID, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi secara resmi menerima hasil karya pelatihan tanggap COVID-19 yang diadakan Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, bertempat di posko tim gugus tugas COVID-19 Sultra, Jumat 29 Mei 2020.
Hasil karya yang diserahkan BLK Kendari ke Gubernur Sultra berupa 20 unit wastafel dan 5000 masker kain yang diserahkan langsung Kepala BLK Kendari, La Ode Haji Polondu ke Gubernur Sultra Ali Mazi yang disaksikan Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sultra, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sultra, Wakil Walikota Kendari, Siska Karina Imran serta tamu undangan yang sempat hadir.
Ribuan masker dan puluhan westafel ini/ merupakan hasil karya dari para peserta pelatihan binaan BLK kendari, sebagai bentuk tanggung jawab blk untuk memutus mata rantai COVID-19 di Bumi Anoa.

Atas karya nyata tersebut, Gubernur Sultra, Ali Mazi mengapresiasi kontribusi nyata BLK kendari dalam penanganan COVID-19. Menurut orang nomor satu di Sultra ini apa yang dihasilkan BLK kendari merupakan karya yang perlu dibanggakan daerah ditengah pandemi covid-19 yang melanda negara dan daerah.
“Kami tentunya memberikan apresiasi kepada Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu selaku putra daerah Sultra yang dipercayakan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk memimpin BLK Kendari. Ini merupakan karya nyata anak bangsa yang perlu kita banggakan karena ditengah melawan Covid-19 ini,” ucap Ali Mazi.

Sementara itu, Kepala BLK Kendari, La Ode Haji Polondu, mengatakan, pembuatan wastafel dan masker ini upaya kesungguhan BLK Kendari bersinergis bersama Pemprov Sultra untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
“Yang kita bagikan hari ini ke Pemprov Sultra merupakan hasil pelatihan paket satu dan dua yang dimulai 13 Mei kemarin yang dibuka langsung pak Wakil Gubernur Sultra,” ujarnya.
Dalam pelatihan tanggap COVID-19 ini, ia menuturkan, membuka tiga jurusan selain pembuatan wastafel dan masker ada juga pelatihan memasak dengan melibatkan ratusan peserta yang telah mendaftar yang kemudian diseleksi dengan rata-rata peserta merupakan pekerja yang terkena PHK, yang dirumahkan, serta pelaku usaha yang terhenti usahanya akibat pandemi COVID-19.
“Pelatihan akan terus berlanjut sampai Agustus mendatang dengan sumber anggaran dari APBN yang mencapai kurang lebih 1 Miliar,” pungkasnya
Sekedar Informasi, BLK Kendari menargetkan pembuatan wastafel yang dilaksanakan oleh kejuruan las sebanyak 8 paket dengan akan memproduk minimal sebanyak 120 wastafel, pembuatan masker yang dilaksanakan oleh kejuruan menjahit sebanyak 10 paket akan memproduk minimal sebanyak 80 ribu masker dan memasak atau cookery yang dilaksanakan oleh kejuruan processing hasil pertanian dan kejuruan perhotelan sebanyak 9 paket akan memproduk minimal sebanyak 11.700 nasi kotak.
Laporan : Irdwan Jeko



































