SULTRALINE.ID, KENDARI – Sebulan terakhir ini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) semakin gencar melakukan penyelidikan kasus perusahaan pertambangan yang bermasalah di Sulawesi Tenggara. Bahkan belakangan ini dalam tindakan tersebut telah mendapat apresiasi dari beberapa kalangan terkhusus para penggiat lingkungan.
Dimana Bareskrim Mabes Polri telah melakukan penyegelan perusahaan tambang terkhusus di Konawe Utara yang di duga melakukan kejahatan lingkungan. Namun dari penyegelan tersebut mendapat tanggapan yang berbeda dari Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Pembela Demokrasi (FKP3D) Sultra.
Ketua Umum FKP3D, La Saharudin Menilai bahwa penyegelan yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri terhadap beberapa tambang tersebut terkesan tebang pilih. Hal itu di ungkapkan atas dasar masih adanya aktivitas tambang yang tidak memiliki IPPKH seperti yang dilakukan oleh PT. Binangan Harta Maraya di Desa Marombo Kecamatan Lasolo Kepulauan Konowe Utara.
“Saya manilai penyegelan itu terlihat tebang pilih, pasalnya masih ada PT yang dibiarkan melakukan aktivitas pertambangan tanpa memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), sebut saja PT. Binanga, dia masih dibiarkan membang tanpa memiliki IPPKH” ungkapnya kepada awak media, Minggu (17/5/2020).
La Saharudin yang biasa di sapa sahar ini berharap agar Bareskrim Mabes Polri untuk tidak tebang pilih dalam mendak para perusahan yang di duga melakukan kejahatan lingkungan.
“Saya berharap agar Bareskrim Mabes polri agar tidak tebang pilih dalam menindak para pelaku kejahatan lingkungan terkhusus terhadap PT. Binanga karena jelas PT ini tidak memiliki IPPKH,” tegasnya
Mantan Ketua HMI UMK ini menambahkan bahwa, dalam waktu dekat akan melakukan laporan secara resmi terkait kejahatan lingkungan yang di lakukan oleh PT. Binanga Harta Maraya di Polda Sultra.
“Dalam waktu dekat ini kami akan melaporkan secara kelembagaan atas dugaan kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT. Binanga Harta Maraya di Polda Sultra dan Kami akan selalu mengawalnya sampai tuntas,” pungkasnya.
Laporan : TIM



































