Rab. Sep 23rd, 2020

Wapresma UHO : Bebaskan 12 Mahasiswa yang Memperjuangkan Hak Masyarakat

1 min read
img-20200324-wa0011

SULTRALINE.ID, KENDARI – Desakan untuk membebaskan mahasiswa yang ditahan di Markas Polda Sultra terus digalakkan. Kali ini datang dari Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Universitas Halu Oleo (UHO) Revina Nurani Putri.

 

Dimana ada 12 mahasiswa yang tergabung Aliansi Masyarakat Sultra Menggugat ditahan saat menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Sultra, Senin (23/3/2020).

 

Menurut Revina, Polda Sultra tidak objektif dalam menjalankan maklumat Kapolri, hal itu dikarenakan tanggal 22 Maret kemarin ada kegiatan resepsi pernikahan anak Sekda di Kota Kendari aman-aman saja dan tidak terjadi pembubaran dan penangkapan.

 

“Hal itu tentunya saya anggap sangat tidak adil, Polda Sultra yang seharusnya lebih bijaksana menanggapi gerakan yang dibangun oleh mahasiswa, di tengah bahaya virus Corona mereka rela untuk turun di jalan karena melihat keadaan Indonesia yang sangat genting,” cetus perempuan berhijab ini.
Lanjut ia katakan bahwa alasan penangkapan 12 Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sultra Menggugat sangat tidak masuk akal.

 

“Alasan penangkapan mahasiswa melakukan aksi damai tidak masuk akal terlebih lagi masih banyak pusat keramaian yang sampai saat ini belum ditutup yang sangat rentan untuk tersebarnya virus. Idealnya jika semua pusat keramaian telah ditutup dan mahasiswa masih saja ngotot untuk berunjuk rasa pantas saja kita disalahkan. Seharusnya Polda Sultra fokus untuk menutup saja pusat pusat keramaian seperti mall tambang dsb” ungkap Revina.

 

Wapresma UHO itu juga mengatakan bahwa aksi demonstrasi tersebut juga sebenarnya tetap mempertimbangkan soal himbauan pemerintah saol Virus Corona sehingga dalam aksi tersebut tidak melibatkan massa yang besar.

 

“Teman-teman pengunjuk rasa itu jumlahnya tidak banyak hal ini dikarenakan mengingat bahaya penyebaran virus covid-19, sehingga penangkapan tersebut tidak seharusnya di lakukan dan seharusnya pihak kepolisian tidak serta merta melakukan penangkapan tanpa ada peringatan untuk massa aksi sebelumnya,” kesalnya.

 

Ia menambahkan, dari keterangan teman-teman yang berhasil lolos dari penangkapan tersebut mengatakan bahwa aksi mereka hanya sebatas berorasi beberapa menit dan menempelkan spanduk bentuk penolakan RUU omnibus law, Pemberhentian kerja di perusahaan, dan penanganan kasus Yusuf dan Randi di lakukan segera mungkin setelah itu membubarkan diri dengan tertib. Dan Itu sudah di setujui oleh pihak keamanan yang ada di tempat dan juga Pihak DPRD Provinsi Sultra, namun tiba-tiba rombongan polisi bermunculan yang langsung mengamankan teman-teman kami tanpa Klarifikasi sedikitpun. Olehnya itu, saya meminta Kapolda Sultra untuk segera melepaskan teman-teman massa aksi yang masih berada di polda saat ini,” tutup Revina.

 

Untuk diketahui bahwa tuntutan yang di bawa oleh Mahasiswa yang Tergabung Dalam Aliansi Rakyat Sultra Menggugat yaitu :

1.Mendesak DPR RI untuk Membatalkan Pembahasan RUU Omnibus Law
2. Mendesak Mabes Polri untuk menuntaskan 2 kasus penembakan mahasiswa UHO Alm.yusuf dan randi
3. Mendesak Pemprov Sultra Untuk Meliburkan Buruh yang tersebar di seluruh wilayah di Sultra yang rentan terjangkit Covid-19.

 

Laporan : TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *