€sl Promotion

€sl Promotion
19/01/2022

Wali Kota Kendari Luncurkan Gerakan Keluarga Sakinah

2 min read

 

ADVERTORIAL – Pembangunan Nasional diarahkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, dan sejahtera dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di dukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mendiri, beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi, memiliki etos kerja yang tinggi, serta berdisiplin.

Pembangunan Nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilaksanakan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional, dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta memperhatikan tantangan global. Dalam pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju dan kukuh, dengan kekuatan moral dan etikanya.

Keluarga merupakan institusi sosial yang penting, pemegang peran kunci dalam kegiatan-kegiatan pokok kemasayarakatan, juga pembentuk karakter yang sangat berpengaruh. Keluarga dapat dianggap sebagai penentu baik dan buruknya suatu bangsa. Kumpulan beberapa keluarga membentuk suatu masyarakat dan selanjutnya tergabung dalam kelompok yang lebih besar yang disebut bangsa. Memperbaiki keadaan suatu bangsa tidak lain adalah serangkaian upaya sungguh-sungguh yang dimulai dari perbaikn kualitas keluarga. Kondisi keluarga yang labil akan mudah diombang-ambing oleh keadaan sekitarnya. Tingginya angka kejahatan dan prilaku menyimpang lainnya yang memarakkan pemberitaan di media massa jika ditelusuri maka tidak lepas dari kondisi keluarga dimana seseorang dididik dan dibesarkan. Maka dalam upaya mempercepat mengatasi krisis yang melanda bangsa ndonesia serta mewujudkan masyarakat madani yang bermoral tinggi, penuh keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia, Menteri Agama menerbitkan KMA Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah.

Gerakan keluarga Sakinah atau GKS adalah sebuah gerakan yang merupakan upaya konkrit masyarakat dalam rangka menanamkan, mengahayati dan mengamalkan nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, dan akhlakul karimah dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (keputusan Dirjen Bimas Islam dan penyelenggaraan haji nomor d/71/1999)

Tujuan Umum Program Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah adalah sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terpadu antara masyarakat dan pemerintah dalam mempercepat mengatasi krisis yang melanda bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat madani yang bermoral tinggi, penuh keimanan,ketakwaan dan akhlak mulia. Sasaran Program Pembinaan Gerakan Keluarga Sakinah adalah seluruh keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia pada umumnya dengan lebih memperhatikan keluarga pra sakinah.

  1. Menanamkan nilai keimanan, ketak-waan dan akhlak mulia melalui pen-didikan agama dalam keluarga, masyarakat, dan pendidikan formal.
  2. Memberdayakan ekonomi umat melalui peningkatan kemampuan ekonomi keluarga, kelompok keluarga sakinah, koperasi masjid, koperasi majelis taklim, dan upaya peningkatan ekonomi kerakyatan lainnya, serta memobilisasi potensi zakat, infaq, dan shadaqah.
  3. Meningkatkan gizi masyarakat melalui pembinaan calon pengantin, ibu hamil dan menyusui, bayi, balita, dan anak usia sekolah dengan pendekatan agama.
  4. Meningkatkan kesehatan keluarga, masyarakat dan lingkungan melalui pendekatan agama dan jumat bersih.
  5. Meningkatkan upaya penanggulangan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS melalui pendekatan moral keagamaan.

Sasaran gerakan pembinaan keluarga sakinah adalah seluruh keluarga dan masyarakat Indonesia pada umumnya dan khususnya keluarga miskin.

Konsep keluarga sakinah atau keluarga yang adem tenteram menurut masyarakat bertitik tolak pada keimanan seseorang dan akhlaknya, bukan dari segi materi yang dimiliki. Keluarga sakinah tidak hanya terbatas pada keluarga inti, tetapi meliputi keluarga luas/ kerabat  dan para tetangga. Konsep ini menegaskan bahwa lingkungan berpengaruh terhadap pembentukan keluarga sakinah.Kondisi lingkungan yang agamis berpotensi

untuk membentuk keluarga sakinah, tetapi kesakinahan tersebut tidak bisa terlepas dari etos kerja masyarakat,karena dengan kerja keras kondisi ekonomi seseorang akan menguat paling tidak hidup mapan,tercukupi kebutuhannya.Ukuran kemapanan dalam konsep keluarga Sakinah kembali kepada masing-masing individu dan bagaimana sikapnya dalam menghadapi keadaan.

 

(Walikota Kendari, H. Sulkarnain Kadir)
(Walikota Kendari, H. Sulkarnain Kadir)

 

Olehnya itu, Wali Kota Kendari H. Sulkarnain K. SE., ME secara resmi melaunching “Gerakan Keluarga Sakinah Kota Kendari” sebagai panutan masyarakat kota kendari. Kegiatan yang digelar di Media Center Rujab Wali Kota Kendari ini pun turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari Hj. Nahwa Umar, SE., MM beserta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Kendari, Jumat (1/10/2021).

“Kita butuh untuk menghidupkan suasana kesadaran bersama dilingkungan Pemerintah Kota Kendari, dan kita akan membuat sebuah format yang dapat memfasilitasi setiap orang untuk bisa saling mengingatkan dan memotivasi sesama. Sehingga, hadirnya Gerakan ini bisa menjadi sebuah ruang untuk kita bisa terus berada dalam referensi kebaikan,” ujar Wali Kota

“Saya pun berharap kita semua mau mengambil bagian dalam program ini, dan bisa melihat hal ini sebagai sebuah forum yang mewadahi kita untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang kita miliki, sekaligus dapat menguatkan kebersamaan dan silaturahmi diantara kita semua.” lanjut Wali Kota Kendari dalam sambutannya.

Selanjutnya sebagai wujud dari partisipasi seluruh pihak terkait terhadap Gerakan Keluarga Sakinah Kota Kendari, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan pernyataan yang menyatakan siap untuk ikut mensukseskan Gerakan Keluarga Sakinah Tingkat Kota Kendari tahun 2021.

Pada tahap awal, gerakan ini sasarannya adalah ASN Kota Kendari. ASN harus bisa menjadi contoh publik yang baik dalam membangun keluarga sakinah. Sehingga diharapkan bisa menyebar ke seluruh masyarakat.

Sehingga ASN lingkup menjadi contoh bagi masyarakat. Sejalan dengan itu Gerakan keluarga sakinah ASN Kecamatan Kadia, Jum’at hari ini dilakukan di Kecamatan Kadia. Hadir dalam kegiatan ini, Camat Kadia, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Kendari, Bapak Jahudin serta Pendamping Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) dan ASN Kecamatan Kadia.

Dikatakan Jahudin, keluarga sakinah adalah terbinanya hubungan yang mesra antara suami, istri dan anak-anak.Bukan hanya itu, hubungan dengan tetangga dan orang lain pun telah di atur dalam agama Islam

 

(Walikota dekat dengan Masyarakat)
(Walikota dekat dengan Masyarakat)

 

Mendukung Gerakan tersebut, Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir, mengukuhkan Lembaga profesi Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Kendari periode 2021-2025 di Masjid Al-Alam Kendari, Sabtu (7/8/2021).

Dibentuknya organisasi tersebut untuk menyelenggarakan sosialisasi, edukasi dan pengelolaan data yang bersifat administratif guna mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.

Dalam mendukung upaya itu, Wali Kota Kendari berharap agar APRI melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari agar dapat menghadirkan lembaga yang bertekad untuk mensukseskan visi dan misi.

“Saya berharap organisasi ini segera berkoordinasi dengan jajaran pemerintah kota kendari. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan dinas kita di keluarga berencana Kota Kendari,” terang Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir.

Untuk itu dirinya meminta agar program tersebut dapat bersinergi perlu dilakukan koordinasi dengan kedua dinas tersebut untuk perencaan program di tahun 2022.

Untuk diketahui, APRI merupakan lembaga profesi berdasarkan peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB) No. 9 tahun 2019 tentang jabatan fungsional penghulu.

Dengan Memiliki keluarga yang sakinah adalah dambaan setiap insan, tapi tidak semua orang dapat memahami cara untuk mewujudkannya, kalaupun ada yang memahaminya belum tentu mau melaksanakan apa yang dipahaminya itu, dan walaupun ada yang mau melaksanakan apa yang dipahaminya itu, belum tentu mampu pula untuk melaksanakannya. Karena untuk dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, tidak cukup hanya dengan pemahaman, dan kemauan saja, tapi juga dibutuhkan lingkungan dan suasana yang baik serta kerjasama kuat yang berkesinambung-an dari pasangan suami istri.

Keluarga yang sakinah itu secara fitrah manusiawi harus direncanakan dengan baik, dan mesti diusahakan semaksimal mungkin untuk melakukan berbagai upaya demi meraihnya sejak proses sebelum perkawinan, dan selama perkawinan berlangsung hingga akhir hayat.

Konsep keluarga sakinah adalah keluarga bahagia yang berinteraksi dengan pola saling membutuhkan, mencintai, mengasihi, dan menyayangi secara berimbang, berdiri di atas perka-winan yang sah, dengan kemampuan untuk menjalankan kewajiban dan haknya,diiringi dengan ketaatan pada ajaran agama dan hukum negara.

Konsep tersebut merupakan suatu pengetahuan yang harus dipa-hami secara mendalam, diiringi dengan kemauan kuat untuk mempraktikkan-nya, dan kemampuan yang maksimal untuk melaksanakannya. Keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah adalah sebuah konsep yang memerlukan kecerdasan dan perjuang-an untuk mewujudkannya. Karena itu kepada yang berniat untuk memiliki keluarga bahagia itu, hendaknya dapat memilih dan memilah siapa yang akan dijadikan pasangan hidup hingga akhir hayatnya. Selanjutnya bekerja sama untuk merawat cinta dan kasih sayangnya supaya tetap tumbuh dengan subur.

 

Olehnya itu dukungan dari masyarakat juga sangat diperlukan, sehingga Gerakan keluarga Sakinah bukan hanya sebuah Gerakan melainkan memiliki dampak besar guna mendukung kemajuan daerah yang dimulai dari keluarga

Salah satu warga yang dijumpai, Herman (35) menuturkan peran keluarga sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi kata ia, dukungan dari pemerintah perlu dilakukan sehingga menciptakan masyarakat yang memiliki rasa kebersamaan dan kekeluargaan yang begitu baik antar sesamanya

 

Salah satu kunci utama dalam membangun keluarga yang sakinah adalah dengan mewujudkan harmonisasi hubungan antara anggota keluarga. Adapun upaya yang dapat dilakukan di antaranya:

  • Saling Pengertian

Di antara anggota keluarga hendaknya saling memahami dan mengerti keadaan masing-masing, baik fisik maupun mental serta berbagai perbedaan yang ada, seperti perbedaan sikap, tingkah laku, dan perbedaan pandangan hidup.

  • Melakukan Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri dalam keluarga berarti setiap anggota keluarga berusaha saling mengisi kekurangan yang ada pada diri masing-masing serta mau menerima dan mengakui kelebihan yang ada pada orang lain dengan tulus dan ikhlas.

  • Memupuk Rasa Cinta

Untuk mencapai kebahagiaan, ketentraman, keamanan, dan kedamaian, setiap anggota keluarga hendaknya senantiasa saling berupaya memupuk rasa cinta dengan saling menyayangi, mengasihi, mengormati, dan menghargai.