€sl Promotion

€sl Promotion
19/01/2022

Upaya Pemkot Dalam Meningkatkan SDM Di Sektor Pariwisata Di Kendari

2 min read

ADVERTORIAL – Kementerian Pariwisata Indonesia telah mencanangkan program dua puluh juta pengunjung di tahun 2019. Salah satu fokus program pemerintah dalam sektor pariwisata adalah pengembangan desa wisata dari Sabang hingga Merauke. Desa-desa di seluruh penjuru Indonesia dengan segala keunikan adat, tradisi, kuliner, alam, dan otentisitas lainnya, berupaya dan berpacu dalam menata desanya untuk bisa tampil sebagai desa wisata yang layak di kunjungi wisatawan.

Perencanaan pembangunan pariwisata dalam praktiknya harus memperhatikan zonasi-zonasi yang telah diatur dalam tata ruang baik tingkat provinsi maupun kabupaten, agar pembangunan yang dilaksanakan dalam menjunjung tinggi asas keberlanjutan. Oleh sebab itu, di dalam penyusunan rencana induk pembangunan pariwisata kabupaten harus dipahami profil kewilayahan, kondisi eksisting, visi misi pengembangan pariwisata, analisis pengembangan, konsep pengembangan, strategi dan rencana pengembangan, dan program pengembangan.

Sebagai dokumen yang keberadaan sangat penting di dalam pembangunan kepariwisataan, rencana tata ruang yang memiliki karakteristik komprehensif yakni menyeluruh sebagai arah kegiatan pembangunan harus diacu, dijadikan pedoman di dalam pembangunan setiap daerah yang akan dikembangkan sebagai kawasan pariwisata, kawasan data tarik wisata khusus maupun daya tarik wisata.

Penyelenggaraan kepariwisataan diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur melalui peningkatan penerimaan daerah, perluasan dan pemerataan kesempatan usaha dan lapangan kerja, mendorong pembangunan daerah, memperkaya kebudayaan nasional dengan tetap melestarikan kepribadian budaya daerah dan terpeliharanya nilai-nilai agama.

Dalam mewujudkan tujuan penyelenggaraan kepariwisataan dimaksud, diperlukan keterpaduan peranan Pemerintah, badan usaha dan masyarakat  secara sinergi, selaras dan seimbang; serta mengikuti kebijakan-kebijakan pariwisata yang telah tertuang pada perundang-undangan maupun peraturan yang

terkait dengan pembangunan kepariwisataan, yang digunakan sebagai pedoman kerja.

Untuk itu Pemerintah Kota Kendari terus berupaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam sektor pariwisata dengan mengadakan berbagai macam pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pariwisata dalam menunjang pembangunan di Kota Kendari.

Salah satu pelatihan yang di adakan pemerintah Kota Kendari ialah Pelatihan Digitalisasi Kepariwisataan. Wali Kota Kendari H.Sulkarnain Kadir sendiri yang membuka Pelatihan Digitalisasi Kepariwisataan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari, yang berlangsung di salah satu hotel di Kendari, Selasa (7/9/2021).

Wali Kota mengaku kegiatan ini sangat baik untuk pengembangan pariwisata kota kendari kedepannya, sehingga dia meminta para peserta mampu menyerap materi-materi yang disajikan oleh pemateri dengan standar kualifikasi yang profesional.

“Meskipun saya tahu pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpuruk akibat pandemi Covid 19, namun perlahan kita coba bangkit kembali dan momentum seperti ini dijadikan modal untuk dunia kepariwisataan Kota Kendari yang lebih maju meski dengan suasana agak berbeda karena tetap penerapan standar protokol kesehatan diutamakan,” ungkap Sulkarnain.

Di sisi lain Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari Nurhaeda selaku panitia penyelenggara mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan setelah melalui persetujuan dan evaluasi gugus tugas Covid-19 Provinsi Sultra.

“Kegiatan ini wajib dengan standar protokol kesehatan termasuk jumlah kuota peserta yang terpaksa harus dikurangi,” ungkapnya.

Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 7- 9 September 2021 ini, menghadirkan pemateri dari unsur pemerintah yang dibawakan Sekda Kota Kendari dengan materi kebijakan-kebijakan atau regulasi kepariwisataan Kota Kendari, perwakilan akademisi, profesional profesi hingga pemerhati dan praktisi pariwisata Kota Kendari khususnya terkait dunia promosi dan pemasaran pariwisata.

Pelatihan ini menyajikan sejumlah materi penting dalam hal branding, pemasaran dan penjualan pada Desa/kampung Wisata, Homestay/pondok wisata, wisata kuliner, souvenir dan fotografi.

Sedangkan perseta terdiri dari unsur pengelola destinasi pariwisata, pengelola desa/kampung wisata, pengelola daya tarik wisata, pelaku usaha sektor pariwisata dan masyarakat umum.

Selain dari Pelatihan Digitalisasi Kepariwisataan, pemerintah Kota Kendari juga mengadakan pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner pada Destinasi Wisata.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari HJ. Nahwa Umar pada Selasa, 21 September 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari, Abdul Rifai, mengatakan bahwa jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 40 orang yang berasal dari beberapa komunitas seperti Ikatan Pengusaha Wanita Muslimah Sultra, Asosiasi UMKM Kota Kendari, Komunitas Kuliner Kendari, dan Binaan dari Pariwisata. Selain Komunitas ada juga peserta yang bergerak di bidang online.

“Setelah peserta ikut pelatihan ini menambah mereka berinovasi karena berdasarkan narasumber ini yang berpengalaman itu lebih membuka pola pikir mereka sehingga bisa mereka kembangkan di tempat usaha mereka sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut Abdul Rifai mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan mutu dari makanan yang disajikan.

“Kita inginkan bagaimana meningkatkan, ada inovasi, mereka lebh bisa berkembang dengan adanya narasumber yang berpengalaman yang punya sertifikasi dalam memberikan edukasi supaya mereka ada nilai tambah dalam penerapan bagaimana menyajikan kuliner itu sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Kendari HJ. Nahwa Umar mngemukakan bahwa kegiatan pelatihan ini harus dikembangkan dan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diadakan kegiatan untuk memberikan inovasi agar usaha-usaha masyarakat dapat bertahan.

“Sekarang saatnya memang kita harus bangkit. Pemerintah harus memberikan motivasi kepada mereka supaya bisa bangkit kembali dengan banyak membuat inovasi-inovasi untuk minimal usaha-usaha mereka tetap hidup,” pungkasnya.

Selain daripada itu, Pemerintah Kota Kendari juga tidak luput untuk meningkatkan sumber daya manusia di Desa/Kampung yang menjadi tempat wisata. Pelatihan Pengelolaan Desa/Kampung Wisata Di Kota Kendari ini berlangsung di Hotel Kubra Kendari, pada Selasa (13/9/2021).

Kegiatan yang digelar selama 3 hari hingga 15 September 2021 ini, diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan  dan Pariwisata (disbudpar) Kota Kendari, sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas destinasi pariwisata dan daya saing pariwisata daerah, meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas masyarakat lokal, serta perluasan kesempatan kerja di bidang pariwisata.

Wakil Walikota Kendari Ketika membuka acara tersebut mengatakan kegiatan ini dapat menjadi ajang yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Pemerintah Kota Kendari dan tentunya dengan masyarakat sebagai pelaku langsung dalam upaya memajukan sektor Pariwisata.

“Alhamdulillah saat ini dukungan pemerintah pusat maupun daerah melalui langkah-langkah kebijakan yang di ambil patut kita apresiasi, bagaimana pun proses pembangunan harus terus di lakukan termasuk salah satu diantaranya pembangunan sektor pariwisata yang sangat memerlukan dukungan baik dari pemerintah terutama masyarakat kita, oleh karena itu kami pemerintah juga memberikan apresiasi kepada rekan-rekan yang sudah mau ikut pelatihan ini” Ujar Siska.

Lebih lanjut Wakil Walikota Kendari berharap kepada seluruh Peserta untuk bersungguh-sungguh mengikuti Pelatihan ini sehingga diharapkan bisa berperan salam kemajuan Pariwisata di Kota Kendari.

“ Peningkatan perekonomian kita, tidak bisa kita pungkiri, salah satu faktor penyebab utama adalah pariwisata apalagi kita Kota Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi berfungsi sebagai etalase Sultra, untuk itu kami mohon kepada narasumber dan juga para peserta pelatihan untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan ini dan mengambil ilmu apa yang di sampaikan oleh pemateri” tambahnya.

Kegiatan Pelatihan dengan sumber pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Dana Pelayanan Kepariwisataan ini diikuti 40 orang peserta terdiridari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kelurahan, komunitas pariwisata, serta karangtaruna.

Begitu besar upaya Pemerintah Kota dalam meningkatkan sumber daya manusia dalam sektor pariwisata. Hal ini dinilai sangat penting karena dengan penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maka sangat perlu sekiranya mempersiapkan sumber daya manusia di sektor pariwisata untuk meningkatkan pariwisata di Kota Kendari ini.

Dengan banyaknya pariwisata yang terpuruk di Kota Kendari sejak adanya pandemi Covid-19 maka pemerintah Kota Kendari berharap agar setelah penurunan status PPKM ini dapat memacu kembali pariwisata di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari berharap kedepannya pengembangan pariwisata di Kota Kendari makin baik dan peserta mampu menyerap materi-materi yang disajikan oleh pemateri dengan standar kualifikasi yang profesional.

“Meskipun saya tahu pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpuruk akibat pandemi Covid 19, namun perlahan kita coba bangkit kembali dan momentum seperti ini dijadikan modal untuk dunia kepariwisataan Kota Kendari yang lebih maju meski dengan suasana agak berbeda karena tetap penerapan standar protokol kesehatan diutamakan,” ungkap Sulkarnain ketika ditemui wartawan Kendari Kota.

Dengan berbagai upaya dari Pemerintah Kota Kendari ini kita semua berharap agar pariwisata di Kota Kendari bisa kembali pulih bahkan bisa meningkat pesat, agar wisata di Kota Kendari tidak hanya dikenal di kalangan wisatawan lokal, tapi diharapkan adanya wisatawan manca negara yang berminat untuk melakukan aktifitas wisata di Kota Kendari.

Dengan meningkatnya sumber daya manusia di sektor pariwisata Pemerintah Kota Kendari juga berharap penuh dapat meningkatkan pembangunan di sektor pariwisata ini. Karena pembangunan maksimal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota tidak akan berdampak besar jika sumber daya manusianya sendiri tidak dikembangkan.

Diharapkan Kualitas SDM meningkat, sehingga mendorong kemajuan sektor Pariwisata Kota Kendari yang memang jadi perhatian serius kendari dalam meningkatan pendapat daerah di sektor pariwisata.