Umar Samiun Ditangkap Secara Paksa, Ini Detail Prosesnya

SULTRALINE.ID, KENDARI – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah membenarkan
informasi penangkapan Bupati Buton Nonaktif, Samsu Umar Abdul Samiuun yang dilakukan Tim Penyidik KPK, Rabu (25/01/2017). Berdasarkan Informasi berkembang, penangkapan KPK atas Umar Samiun dilakukan di kediaman pribadinya di Kelurahan Bukit Wolio Indah (BWI) Baubau, namun Febri Diansyah menyangkal hal tersebut.

Dikonfirmasi SULTRALINE.ID via WA, Febri Diansyah menjelaskan, penangkapan Umar Samiun secara paksa ini dilakukan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (25/01/2017)
sore sekitar pukul 17:30 WIB.

“Penangkapan dilakukan di Cengkareng setelah tersangka melakukan perjalanan melalui pesawat dari Kendari transit Makkasar ke Jakarta. Setelah penagkapan itu Umar Samiun langsung dibawa ke kantor KPK,” jelas Febry pada sultraline.id.

Menurutnya, penagkapan ini dilakukan Tim KPK dengan bantuan dan koordinasi dengan Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Tenggara.

Ia juga menjelaskan, Umar Samiun ditangkap karena mangkir atas penggilan yang dilakukan KPK sebanyak tiga kali. Bahkan, kata Febry, KPK telah memberikan kesempatan untuk penjadwalan ulang namun Umar Samiun tidak memenuhinya.

“KPK telah memberikan kesempatan untuk penjadwalan ulang namun Umar Samiun tidak memenuhinya. Hingga hakim menolak Praperadilan Umar Samiun,” tambahnya.

Ia berharap, penagkapan terhadap Umar Samiun ini menjadi pelajaran bagi tersangka lainnya, untuk mematuhi dan kooperatif dalam proses hukum.

Laporan: Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.