March 25, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – Guna mengembangkan industri dan perdagangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menggelar rapat koordinasi, di Grand Clarion Hotel Kendari, Rabu (07/11/2018).

Rakor itu sekaligus temu bisnis dan focus group discussion (FGD) penyelesaian permasalahan ekspor dan impor provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018 ini.

Pasalnya, berbicara perkembangan ekspor Sultra patut berbangga karena berada di urutan ke 19 penyumbang ekspor di Indonesia. Acara dibuka langsung Gubernur Sultra

Ketua panitia, Sapoan, mengatakan, industri di Sultra tumbuh dengan sangat positif baik dari industri kecil maupun yang skala besar dalam beberapa tahun ini.

“Yang kecil misalnya pengolahan produk makanan,mebel,tenun dan kerajinan lainnya. Di bidang perdagangan nasional pertumbuhannya meningkat empat kali lipat, sudah menyentuh angka hampir 700 us dollar tahun 2018 sampai bulan September kemarin, serta perdagangan antar pulau juga meningkat diantaranya, ikan,udang,kelapa,kayu dan lain sebagainya,” katanya.

Lanjut Ia, secara kasat mata banyak kontainer keluar masuk di pelabuhan itu menunjukan bahwa aktivitas perdagangan semakin meningkat dan ekspor saat ini tidak hanya melalui jalur laut tetapi juga melalui jalur udara, yang dilakukan dinas terkait yaitu bersinergi dengan beacukai,dan karantina dan saling menukar informasi di karantina perusahaan perikanan.

“Jadi sinergi kita biasanya bertukar informasi, saling mendukung, dan misalnya kalau ada karantina perusahaan perikanan yang menguji mutu untuk di ekspor itu di informasikan ke perikanan dan perindustrian,” jelas sapoan.

Pihaknya berharap kedepannya semakin banyak pelaku usaha di daerah yang bisa mengekspor langsung dan komoditi, sehingga itu mampu menambah sumber pendapatan asli daerah (PAD)

Hadir dalam rapat koordinasi terdiri dari tiga unsur yaitu dari dinas perindustrian kabupaten/kota, instansi terkait di provinsi misalnya Perkebunan , Perikanan, Karantina ikan, Maratua, Beacukai, pelindung, Sril dan dari pelaku usaha yang ada di Sultra.

Laporan : Wa Ode Israwati dan Andi Irna Fitriani/KSL

Editor : Irdwan Jeko

No Comments