July 21, 2019
You can use WP menu builder to build menus

 

SULTRALINE.ID, KENDARI – Persoalan perusahaan tambang PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) terus mendapatkan soroton tajam dari masyarakat.

 

Itu terlihat puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Konawe (ARK) melakukan aksi demonstasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (11/7/2019).

 

Mereka menuntut penyelesaian dan pengusutan terhadap perusahaan asal Tiongkok, yang diduga telah menimbulkan dan menjadi biang kerok beragam masalah yang terjadi di Konawe, khususnya di Kecamatan Morosi.

 

Koordinator Lapangan ARK, Ahmad Zainul mengatakan, pihaknya meminta DPRD Sultra agar mendesak Pemprov Sultra segera mengevaluasi dan mengusut tuntas berbagai masalah yang ditimbulkan dari aktivitas PT VDNI dan PT OSS.

 

“PT VDNI dan PT OSS telah melakukan pelanggaran dan melakukan penyalahgunaan izin lokasi kawasan industri. Akibatnya masyarakatlah yang menjadi korban akibat dampak keberadaan perusahaan Tiongkok itu,” kata Ahmad Zainul.

 

Namun, setelah berorasi sekian lama, tak ada perwakilan anggota DPRD Sultra yang menemui para demonstran.

 

Tak ayal, tensi semakin meninggi manakala massa aksi berupaya menerobos pagar betis aparat kepolisian dari Polres Kendari dan Polda Sultra yang mengamankan jalannya aksi. Mereka terlibat saling jotos hingga keributan pun tak terhindarkan.

 

Massa aksi kemudian melakukan penyegelan terhadap Kantor DPRD Sultra dengan menggunakan papan dan balok kayu. Beberapa pegawai dan staf DPRD Sultra yang melihat tindakan itu tak bisa berbuat banyak. Mereka hanya menonton massa yang menyegel bangunan kantornya.

 

“Kami tidak akan pernah berhenti, apapun tawarannya kalau bukan solusi penegakan supremasi hukum. Masyarakat yang merasakan dampak penderitaan akibat perusahaan itu, sebab itu haram hukumnya berhenti menyuarakan sebelum menuai keadilan,” tegas Zainul.

 

Setelah berhasil menyegel kantor DPRD, massa aksi kemudian membubarkan diri namun mereka berjanji akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak diindahkan.

 

Laporan : Irdwan Jeko

No Comments