Sab. Feb 27th, 2021

Tim Dosen Fakultas Teknik UHO Adakan Workshop Pembuatan Batako Slag di Desa Tambea Kecamatan Pomalaa

1 min read
WhatsApp Image 2018-02-12 at 00.41.21

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Tim Dosen Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) mengadakan workshop tentang pembuatan batako slag di desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tim yang terdiri dari Dr. Edward Ngii, Dr. LM. Magribi, Santi, ST., MT., dan Isnawaty, ST., MT., berhasil memanfaatkan potensi buangan slag nikel sebagai bahan dasar batako. Jenis batako yang yang dibuat terdiri dari batako normal yang menggunakan slag nikel halus tipe Fenil IV dan batako BNP (beton non pasir) yang menggunakan agregat slag nikel tipe Fenil III.

Pada tahap pertama penjelasan teknis, peserta workshop diajarkan cara menentukan jumlah slag halus (Fenil tipe IV) dan pasir normal yang akan digunakan pada pembuatan batako. Perbandingan slag terhadap pasir yang baik untuk digunakan yaitu 50%slag : 50% pasir normal. Untuk per m3 campuran batako slag, berat bahan yang dibutuhkan yaitu 1040 kg slag halus, 1040kg pasir normal, 297 kg semen dan 119 liter air.

“Jika dikonversi dengan volume tong ukuran 30x30x27 cm, maka 1 zak semen membutuhkan 6 takaran slag halus, 5 takaran pasir dan 20 liter air. Untuk kebutuhan 1 zak semen jumlah batako yang bisa dibuat sebanyak 25 biji. Adapun batako beton non pasir, agregat slag yang digunakan berukuran 0,5-1 cm, dengan perbandingan semen terhadap batu slag yaitu 1:4.” Jelas ketua pelaksana Dr. Edward Ngii.

Sambung ia, Batako beton non pasir yang berbahan slag ini memiliki kelebihan bobotnya ringan, dapat meredam panas, kebutuhan semen sedikit dan pembuatannya sederhana. Pada tahap praktek pembuatan benda uji yang dilakukan oleh peserta.

“Produk batako yang menggunakan 50% slag halus dan 50% pasir normal memperlihatkan kualitas kehalusan yang sama dengan batako menggunakan pasir normal 100%, hanya warna batako lebih kehitaman akibat penggunaan slag nikel.” tambahnya

Tahap praktek pembuatan batako beton non pasir

Untuk diketahui Industri pengolahan nikel PT. Antam Pomalaa di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara yang menghasilkan bahan buangan dengan deposit yang cukup besar setiap tahunnya. Masyarakat desa Tambea yang berada di wilayah kerja PT. Antam, hanya memanfaatkan buangan slag tersebut sebagai material timbunan rumah atau reklamasi pantai. Secara visual, bentuk fisik dari slag nikel menyerupai agregat kasar (tipe Fenil III) dan ada  yang menyerupai agreat halus seperti pasir.

Dengan keluarkannya Peraturan Pemerintah No. 101 tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dimana slag nikel merupakan salah satu bahan yang masuk kategori B3, semakin memperkuat bahwa slag nikel menjadi bahan berbahaya terhadap lingkungan penduduk dan laut jika dibiarkan begitu saja sementara disisi lain produksi slag akan terus bertambah akibat proses industri tersebut.

Penyerahan cetakan batako kepada kepala sekolah MAN 1 Tambe

Pada akhir kegiatan ditandai dengan diserahkannya alat cetak batako manual dari ketua pelaksana Dr. Edward Ngii kepada kepala sekolah MAN 1 Tambea bapak Arfan Junaedy, SE.

Kegiatan workshop pembuatan batako berbasiskan slag nikel yang diselenggarakan pada tanggal 30 November 2017 di balai Tambea dengan dihadiri oleh 50 orang peserta yang berasal dari kelompok masyarakat, karang taruna, serta tokoh masyarakat dan perangkat desa yang terdiri dari Kepala desa, Sekretaris Desa, Ketua BPD (Badan Pembangunan Desa), Kepala sekolah MAN dan Pengusaha Industri Kapur. Kegiatan workshop dibagi dalam dua tahapan, yang pertama penjelasan teknis dan berikutnya praktek pembuatan.

Laporan: Tim Sultraline.id

17 thoughts on “Tim Dosen Fakultas Teknik UHO Adakan Workshop Pembuatan Batako Slag di Desa Tambea Kecamatan Pomalaa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

€sl Promotion

€sl Promotion