Tim Advokasi Berani – SB Masukan Alat Bukti Tambahan di Bawaslu RI

SULTRALINE.ID, JAKARTA – Tim Advokasi pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Kolaka nomor urut dua Asmani Arif – Syahrul Beddu (BERANI – SB) kembali mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, di Jakarta, Selasa 17 Juli 2018.

Kedatangan mereka untuk penambahan alat bukti atas dugaan penggandaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) yang digunakan untuk mencoblos untuk memilih salah satu paslon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kolaka 2018.

Pasalnya mereka mosi tidak percaya dengan Panwaslu Kabupaten Kolaka dan Bawaslu Sultra karena pihaknya telah adukan tapi hingga saat ini tidak ada tindak lanjut dari keduanya.

Salah satu Tim Advokasi, Nukman Lusa, mengatakan, ini tidak lanjut atas aduan yang telah diajukan pada 9 Juli 2018 lalu.

“Ini data tambahan terkait penggandaan KTP-el yang sebelumnya kita telah adukan, bahwa penggandaan KTP-el ini dilakukan terstruktur, sistematis dan masif untuk menguntungkan salah satu paslon lain,” ungkapnya

Atas kejadian ini, lanjut Ia, tentunya sangat menyalahi proses demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kolaka. Apalagi Panwaslu Kolaka dan Bawaslu Sultra terkesan membiarkan ini.

Tim Advokasi Berani-SB tengah berdiskusi dengan staf Bawaslu RI

“Kami tidak tinggal diam untuk menyuarakan kebenaran, apalagi bukti-bukti jelas terjadi adanya kecurangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, atas penambahan bukti ini Bawaslu RI bisa turun langsung di Kolaka untuk melakukan penelusuran lebih mendalam.

“Kami juga sudah adukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait kode etik yang dilakukan oleh Panwaslu Kabupaten Kolaka. Kami yakin kebenaran akan menemukan jalan nya,” pungkasnya

Sekedar informasi, Tim Advokasi BERANI-SB telah memasukkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pilkada Kabupaten Kolaka danĀ  berkas gugatan dinyatakan lengkap yang kemudian menunggu sidang.

Laporan: Tim Sultraline.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.