Tidak Integritas, Forum Masyarakat Pemerhati Pilkada Minta Timsel Bawaslu Sultra Untuk Tidak Meloloskan Dua Komisioner incumbent

SULTRALINE.ID, KENDARI – Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan Forum masyarakat pemerhati pilkada mengelar unjuk rasa di Kantor Tim Seleksi (Timsel) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terletak di jalan Saranani, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Selasa (20/3/2018).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan terkait perekrutan komisioner Bawaslu Sultra yang telah menetapkan 20 besar calon komisioner lulus di tahapan tes tertulis dan tes psikologi. Dari 20 nama itu ada dua komisioner incumbent yakni Hamiruddin udu dan Munsir Salam.

Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Ahmad Saleh, mengatakan dua komisioner incumbent yang telah dinyatakan lulus ketahap berikutnya, secara integritas perlu dipertanyakan dengan adanya temuan-temuan yang terjadi pada saat dua komisioner tersebut masih aktif di Bawaslu Sultra.

“Temuan yang kami maksud itu diantaranya, ditangkapnya orang yang melakukan money politic (politik uang) di Kabupaten Muna Barat, namun tidak ada kesimpulan dan tindakan tegas dari Bawaslu Sultra. Kemudian dalam perekrutan Panwascam di Kabupaten Buton Selatan perlu kami pertanyakan juga independensinya karena meloloskan seseorang yang dianggap bermasalah,” teriak Ahmad Saleh, Selasa (20/3/2018).

Selain itu, mereka juga menduga salah satu komisioner Bawaslu Sultra (Hamiruddin udu) terindikasi tidak bekerja sepenuh waktu atau dengan kata lain tidak fokus dengan kerja-kerja sebagai ketua Bawaslu dikarenakan pada saat menjabat ketua Bawaslu sembari melanjutkan studinya (S3) di salah satu Universitas di Bali.

“Olehnya itu Berdasarkan temuan tersebut kami menuntut kepada timsel Bawaslu Sultra tidak meloloskan dua mantan komisioner Bawaslu ketahapan berikutnya yakni Hamiruddin udu dan Munsir Salam. Apabila dalam tahapan berikutnya dua komisioner tersebut masih saja diloloskan oleh timsel Bawaslu Sultra. Maka kami perlu pertanyakan kinerja timsel, dikarenakan timsel tidak memeriksa integritas calon komisioner Bawaslu dengan baik dan benar, ” jelasnya.

Sementara itu, orator lain, La Santon menegaskan, jika tuntutan mereka tidak diindahkan, pihaknya akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak lagi.

“Kami minta timsel Bawaslu Sultra, agar mempertimbangkan hasil temuan kami, jika tidak kami akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak, karena mempertahankan orang yang salah sama hal memuluskan penyelenggaraan pilkada yang buruk di Sultra ini,” pungkas La Santon.

Sekedar informasi, Kemarin, Senin (19/3/2018) Timsel Bawaslu Sultra telah menetapkan 20 besar calon komisioner yang lulus di tahapan tes tertulis dan tes psikologi.

Berikut 20 besar Calon Bawaslu Sultra:

1. ACO RAHMAN ISMAIL, ST
2. AJMAL ARIF, S.HI., MH
3. AKSAH, SE
4. AMALUDDIN, SE., MH
5. BAHARI, S.Si., MP
6. DR. HAMIRUDDIN UDU, S.Pd., M.HUM 7. DR. HASLITA, M.Si
8. DRA. HASMIRA SAID, M.Pd
9. HAJARUDIN, S.Pi
10. HELIUS UDAYA, S.Pd., MA
11. JOKO PURNOMO, S.Sos
12. KRISNI DINAMITA, SP., M.Si
13. L.Y. DECROLLY ANASARA, SE
14. LA ODE HARJUDIN, S.Pd., M.Si
15. LA ODE M. NASIR, S.Ag., M.IKOM
16. MAHILUDDIN, SE., M.Si
17. MUNSIR SALAM, S.Pd., M.Si
18. OMA IRAMA, S.Pd
19. RUSNIYATI NUR RAKIBE, S.Pd., M.Pd
20. SITTI MUNADARMA, SP

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.