TDA Gandeng Unsultra Gelar Seminar Nasional Kewirausahaan, Sekaligus Penandatanganan MOU

SULTRALINE.ID, KENDARI – Komunitas Tangan Diatas (TDA) menggelar Kegiatan Seminar Nasional Kewirausahaan dengan mengangkat tema sukses berwirausaha dan berbagi di era milenial, sekaligus di rangkaikan dengan Launching dan Penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MOU) dengan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) di Hotel zahra Syariah Kendari, Kamis (29/11/2018)

Peserta dari kegiatan ini berasalkan dari Akademisi, Pelaku Usaha,Mahasiswa Universitas Sulawesi tenggara (Unsultra), Mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO), dan mahasiswa yang masih aktif kuliah juga turut hadir diacara ini untuk mengganti kuliah, dan para dosen turut hadir pula.

Dari pantauan, kegiatan ini di buka langsung oleh Wa Ramada selaku ketua panitia, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus peresmian Komunitas Tangan Diatas (TDA) Sultra dengan pemotongan pita yang dibawakan langsung oleh Bimo Prasetio selaku presiden Tangan Diatas (TDA) Pusat, dilanjutkan dengan sambutan dari HJ, Kumalasari, SE selaku ketua TDA Sultra.

 

(Ketgam: Penandatanganan MOU antara TDA dan Unsultra)

 

Seminar ini menghadirkan beberapa pemateri dengan berbagai macam judul materi, yakni pemateri pertama dibawakan langsung oleh Bimo Prasetio selaku presiden TDA pusat dengaj judul materi komunitas berbasis bisnis, pemateri kedua dibawakan oleh Mahmud selaku Owner Properti dengan judul materi Digital Marketing, pemateri ketiga dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M. Sc., Agr. Selaku Rektor Unsultra dengan judul materi pengembangan produk lokal berdaya saing global, dan pemateri terakhir di bawakan oleh Om Jodi selaku Praktisi Banding dengan judul materi kekuatan banding.

Saat di temui Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, M. Sc., Agr. berharap  untuk para mahasiswa Unsultra dapat memiliki skill di bidang kewirausahaan.

“Bagi para mahasiswa setelah selesai tidak hanya memilih ijazah tapi setelah keluar saya berharap mereka memiliki sertifikat kewirausahaan, sertifikat bahasa asing dan yang saya ingin lakukan mereka keluar mempunyai skill keterampilan khususnya berbasis resolvdes, misal dia dari Konkep kalau bisa dia bisa mengolah kelapa menjadi sesuatu yang berbeda dan bisa menjadi daya saing yang betul-betul yang diinginkan oleh pasar, misal dapat menjadi pangan fungsional bukan saja bisa di goreng, tetapi dapat juga menyehatkan dan dapat menjadi obat untuk penyakit,” terang Rektor Unsultra ini.

Sementara Presiden TDA Pusat, Bimo Prasetio mengemukakan salah satu program TDA yakni TDA goes to Kampus,

“Salah satu program TDA itu namanya TDA kampus, kenapa kami konsen dengan TDA Kampus. Karena kami meyakini di era distruksi dan era digital ini, kaum-kaum milenial ini yang memiliki peluang potensi bukan baby bumer, mereka-mereka ini kalau tidak ditumbuhkan jiwa wirausahanya sejak di kampus nanti persaingannya akan terlambat jadi mulai sekarang di ajarkan untuk berwirausaha,” kata Bimo,

Wa Ramada selaku ketua panitia mengatakan selanjutnya akan ada kerja sama yang akan dilakukan oleh pihak TDA dengan kampus Unsultra dan berharap dengan kegiatan seminar ini dapat memberikan edukasi bagi pemuda-pemuda di Sultra.

“Selanjutnya kami akan adakan kerjasama ketika ada kegiatan TDA kemungkinan akan  bekerjasama dengan Unsultra, dan harapan kami dapat membentuk edukasi kewirausahaan di Sultra dan dari sini juga akan lahir pemuda-pemuda atau bibit-bibit  unggul yang bisa menjadi pengusaha-pengusaha tangguh dan menjadi pemain di daerah ini, khususnya untuk membangun peradaban di kewirausahaan,” ungkapnya.

Sekedar informasi, kegiatan ini juga bukan hanya menghadirkan seminar nasional kewirausahaan saja, tetapi pada 30 November-1 Desember 2018 akan diadakan workshop yang di laksanakan di Aula Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra, serta  dirangkaikan dengan Expo pada 18-22 Desember 2018 yang bertempatkan di eks. MTQ

 

Laporan : Indriana/KSL

Editor : Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.