November 12, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, WAKATOBI – Memasuki malam kedua Festival Wakatobi Wave 2019 di pelataran Marina Wakatobi Togo Mowondu pengunjung banyak dihibur oleh lagu banti-banti (patun ala Masyarakat Wakatobi), juga suguhan berbagai tarian, Minggu (10/11/2019).

 

 

Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung serta mampu menghipnotis adalah tari Lariangi yang berasal dari pulau Kaledupa, tari Lariangi ini merupakan tarian tradisional yang menampilkan gerak gemulai sambil bernyanyi syair-syair nasehat dan keadaan sosial para gadis Kaledupa yang beranggotakan 10 – 12 orang.

 

 

 

(para penari Lariangi bersama Camat Kaledupa)

(para penari Lariangi bersama Camat Kaledupa)

 

 

Camat Kaledupa Ruslim, M.Si saat ditemui di di stand pameran Kecamatan Kaledupa mengatakan tari Lariangi ini merupakan tarian asli Barata Kahedupa yang di wariskan sejak tempo dulu, asal muasal tari Lariangi sendiri adalah sebagai tarian kerajaan Kaledupa untuk memeriahkan pesta kemenangan yang masih tetap kita lestarikan sebagai kekayaan budaya bangsa.

 

 

“Lariangi ini merupakan kebanggan sendiri bagi kami, karena sudah banyak mendapat undangan untuk di pentaskan baik di acara-acara nasional ataupun internasional. Dan khusus di festival Wakatobi wave 2019 ini juga insya Allah dapat menghibur pengunjung semuanya,” teraang Ruslim.

 

 

Untuk diketahui ratusan orang penari turut meramaikan tarian kolosal dalam acara puncak pembukaan Festival Wakatobi Wave 2019.

 

Laporan : Biro Wakatobi

No Comments