August 18, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – Para korban banjir akibat luapan sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai merasakan sakit-sakitan.

 

Melihat kondisi itu Pemerintah Kota (Pemkot) telah membuka posko kesehatan pada Selasa (10/06/2019). Pasalnya beberapa sebelumnya para korban keluhkan tidak adanya posko kesehatan dari Pemkot Kendari, sehingga sulit untuk berobat.

 

Namun saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Kendari Rahminingrum mengatakan, bahwa sejak pertama banjir pihak nyasudah melakukan langkah-langkah taktis untuk mengatasi jika ada warga yang terkena penyakit dengan menyiapkan tenaga medis dari 3 puskesmas yakni dari Puskesmas Lepo-lepo, Puskesmas Jati raya dan Puskesmas Mokoau.

 

“Petugasnya tiga kali ship, jadi kalau pagi itu yang berugas Puskesmas Jati Raya, ship siang sore itu Puskesmas Mokoau, dan ship malam Puskesmas Lepo-lepo,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (10/06/2019).

 

Lebih jauh ia menerangan, sebanyak lima orang petugas yang selalu siap siaga di lokasi banjir ditambah lagi dengan mobil ambulans beserta memastikan ketersedian obat-obatan bagi warga yang terdampak banjir.

 

Disinggung soal kondisi korban banjir, Rahminingrum berujar bahwa rata-rata warga mengalami sakit batuk, demam, dan gatal-gatal, namun dirinya menjamin bahwa ketersedian obat-obatan untuk warga sangat mencukupi.

 

“Kita akan terus upayakan semaksimal mungkin agar korban tetap sehat, dan yang sakit untuk berobat di posko yang telah disediakan dan itu gratis,” katanya

“Untuk warga upayakan konsumsi makanan-makanan yang sehat dan selalu gunakan air bersih, sehingga terhindar dari berbagai penyakit,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, posko kesehatan juga telah disediakan pihak Polda Sultra untuk tangani warga yang sakit.

 

 

Laporan : Irdwan Jeko

No Comments