Subain Pembuat Perahu Fiber Mampu Sekolahkan Anaknya Hingga Perguruan Tinggi

SULTRALINE.ID, BUTENG – Jika kita berkunjung di Desa Mone (Teluk Lasongko), Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara kita akan melihat pengrajin/pembuat perahu fiber.

Salah satunya Subain sosok pria paru baya pemilik usaha pembuatan perahu Fiber hanya berbekal pengalaman karena tidak sempat menuntaskan pendidikan Sekolah Dasar (SD). usaha pembuatan perahu fiber ini telah digelutinya sejak 2012 silam.

Dari hasil usaha pembuatan perahu fiber tersebut Bapak 7 anak ini , tetap menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta dan salah satu anak laki-lakinya merupakan Sekretaris DPD POSPERA Sultra yang merupakan Ormas nasional dan itu menjadi satu kebanggaan tersendiri buat bapak Subain.

perahu fiber buatan bapak Subian

 

Bapak Subain, memulai usaha industri perahu fiber dengan modal pengalaman serta modal keuangan yang pas-pasan, namun karena kegigihan dan ketekunannya hingga saat ini, tetap menjalankan usaha pembuatan perahu fiber meski tanpa mendapat perhatian dan bantuan modal dari pemerintah daerah maupun provinsi.

Dalam perjalanannya usaha pembuatan perahu fiber milik bapak Subain, di bantu oleh dua karyawannya yakni  Jidink dan Iskandar sesekali di bantu oleh anaknya sendiri untuk membuat perahu fiber sesuai pesanan dari nelayan.

karyawan yang selalu membantu bapak subian dalam membuat perahu fiber

 

Subain menuturkan bahwa, usaha perahu fiber ini Alhamdulillah sudah menghasilkan kurang lebih 50 buah perahu fiber berbagai ukuran dan harganya yang telah tersebar di berbagai daerah, seperti Banggai Kepulauan (Sulteng), Tapi-Tapi (Kabupaten Muna), Pajala (Muna Barat), Pulau Bangko, dan Buton Tengah sendiri. Perlu di ketahui juga bahwa harga 1 buah perahu fiber ukuran 9 meter x 1 meter, 20 centi meter biasa di bandrol dengan harga 20 jutaan.

“Dalam pembuatan perahu fiber, tantangannya sangat banyak selain harga bahan yang kadang kala naik tiba-tiba ataupun keterlambatan pasokan bahan dari pulau jawa, bahan-bahan dasarnyapun sangat memerlukan perlakuan-perlakuan khusus dan teknik-teknik tertentu agar mendapatkan hasil yang maksimal saat pembuatan perahu fiber ini,” terangnya, Sabtu (11/10/2018).

Perahu fiber saat ini banyak di gemari para nelayan, selain digunakan sebagai mencari nafkah oleh nelayan kadang digunakan pula sebagai perlombaan antar perahu-perahu nelayan dengan berbagai hadiah misalnya di Desa Tapi-Tapi (Kabupaten Muna) setelah perayaan lebaran.

Harapannya kedepan agar mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah Buton Tengah maupun Propinsi dalam pengembangan usaha perahu fiber tersebut.

Laporan: Citizen Journalist Sultraline.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.