Sidang Sengketa Pilgub Sultra 2018, MK Tolak Gugatan Rusda-Sjafei

SULTRALINE.ID, KENDARI – Gugatan Perselisihan Hasil Pilkada Sulawesi Tenggara (Sultra) 2018 yang diajukan Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Rusda Mahmud-Sjafei Kahar di tolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang pengucapan putusan, di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurut Tim kuasa hukum Termohon (KPU Sultra,red) La Samiru saat dihubungi melalaui via telepon mengungkapkan, dalam amar putusan MK yang dihadiri oleh 9 hakim konstitusi bahwa menerima eksepsi Termohon dan pihak terkait berkenaan dengan kedudukan hukum pemohon (legal standing) dan Permohonan Pemohon tidak dapat diterima MK

“Sejak awal sidang di MK saya selaku kuasa hukum Termohon  berkeyakinan dan optimistis yang tinggi jika Permohonan Pemohon tidak akan diterima oleh MK. Pada dasarnya Kami sangat mengapresiasi putusan MK karena tetap berpegang teguh pada UU Pilkada yakni pasal 158 ayat 1 huruf b UU 16 tahun 2016 dan PMK 5 tahun 2017 terkait ambang batas pengajuan permohonan,” terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa putusan MK tidak melenceng jauh dari jawaban yang telah dipaparkan pada saat pembacaan Termohon. “kami mengajukan jawaban terkait kedudukan hukum pemohon (legal standing) yang tidak memenuhi syarat sebagai pemohon, jauh melewati ambang batas yakni untuk wilayah Sultra masuk pada angka 1,5 %, sehingga Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum,” katanya

Ia menambahkan, Menurut MK selisih perolehan suara antara Pemohon dan pihak Terkait (KPU Sultra,red) adalah 137 ribu suara. “Sedangankan syarat untuk memenuhi syarat untuk memiliki kedudukan hukum sebagai Pemohon seharusnya selisih suara berada pada angka 17 ribu suara, olehnya itu Permohonan Pemohon tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard),” pungkasnya

Sementara itu Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir, membenarkan hal itu dan akan merencanakan menetapkan Paslon Gubernur dan Wakil Gubenur (Wagub) terpilih pada 13 Agustus 2018.

“Bagaimana kita ketahui bahwa sengketa perselisihan hasil pemilihan Gubernur dan Wagub sultra 2018 telah diputuskan bahwa Permohonan Pemohon tidak dapat diterima dan oleh karena itu dengan selesainya sengketa ini maka KPU Sultra akan menetapkan Paslon Gubernur dan Wagub Sultra terpilih, yang Kami rencanakan pelaksanaannya tanggal 13 Agustus 2018,” terang La ode Abdul Natsir

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.