May 20, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – Sampah masih saja permasalahan utama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, terlebih lagi memasuki bulan Ramadhan seperti saat ini.

 

Pekan pertama ramadhan terlihat di beberapa wilayah dalam Kota Kendari, ada saja sampah yang masih berserakan yang terlambat diangkut oleh petugas kebersihan.

 

Dikonfirmasi kepada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Kota Kendari,  Paminuddin tidak menapik akan hal itu. Apalagi kata ia, volume sampah di Kota Kendari khususnya selama bulan ramadhan terus bertambah 5 sampai 10 persen.

 

“Volume sampah di Kota Kendari berkisar 400 ton per harinya. Namun ketika memasuki bulan ramadan volume sampah menjadi 410 ton per harinya,” ujarnya, Selasa (14/5/2019).

 

Menurutnya kulit kelapa muda merupakan penyebab utama peningkatan volume sampah di Kota Lulo ini. Karena kata Paminuddin, berat sampah kulit kelapa muda berbeda dengan sampah rumah tangga lainya.

 

Lebih lanjut Paminuddin menuturkan ratusan ton sampah tersebut diangkut dengan tenaga armada sebanyak 36 unit. Dengan jumlah tersebut, Paminuddin mengaku masih kekurangan armada pengangkut sampah maupun personilnya.

 

“Idealnya kita harus memiliki 60 unit armada pengangkut sampah,” imbuhnya.

 

Sementara itu di tempat terpisah, salah satu warga Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Herman mengaku prihatin dengan peningkatan jumlah sampah ini.

 

“Harusnya jumlah petugas kebersihannya ini ditambah lagi agar kebersihan Kota Kendari ini benar-benar tercipta,” katanya.

 

Ia pun berharap permasalahan sampah ini bisa teratasi, sehingga menjadi Kota yang bersih dan asri.

 

“Tentunya Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu kesadaran warga juga untuk tidak membuang sampah disembarang tempat,” pungkasnya.

 

Laporan : TIM

No Comments