Sambut Jamaah Haji Sekaligus Peringati Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah, Sulkarnain : Mari Sama-Sama Memberikan Amal Terbaik

SULTRALINE.ID, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah/2018 Masehi sekaligus dirangkaikan dengan penerimaaan secara resmi Jamaah Haji Kota Kendari oleh Pelaksana tugas (Plt) Walikota Kendari Sulkarnain Kadir, bertempat di Taman Kota (Tamkot) Kantor Walikota Kendari, Rabu (19/9/2018).

Dalam perayaan tersebut, Pemkot Kendari mengambil Tema “Mewujudkan Kota Kendari Sebagai Kota Layak Huni Yang Berbasis Ekologi, Informasi Dan Teknologi,” yang dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Kendari H. Indra Muhammad, Forkompimda, Plt. Ketua TP PKK Kota Kendari  Sri Lestari, Pimpinan OPD dan staf lingkup Pemerintah Kota Kendari serta tamu undangan.

Plt Walikota Kendari, Sulkarnain K dalam sambutannya mengatakan perjalanan waktu kita sudah sampai di tahun 1440 Hijriyah sangat memberikan makna bagi kita, mudah-mudahan kita bisa meresapinya dengan baik memaknai dan sekaligus mengimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

“Kalau boleh sedikit memberikan penegasan bahwa tentu waktu tidak dapat kita ulang, tidak bisa kembali. Tetapi yang terpenting adalah mari kita sama-sama memberikan amal terbaik kita supaya nanti di akhirat bisa kita pertanggung jawabkan terkhusus ASN termasuk juga jamaah warga Kota Kendari” katanya

Diakhir kata sambutannya Plt. Walikota Kendari mengajak seluruh yang hadir untuk memperbaharui komitmen agar kota yang kita cintai ini bisa sejajar dengan daerah-daerah lain, memberikan karya terbaik. Insya Allah kita bertekad untuk menjadikan Kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi,informasi dan teknologi.

“Semoga kita terus menjadi baik. Dan untuk para jamaah haji yang telah pulang menjadi haji mabrur dan dapat memperhatikan kemakburannya dalam mengabdikan diri kepada keluarga, agama, bangsa dan Negara,” tutupnya

Sementara itu, dalam hikmah perayaan Tahun Baru Islam yang dibawakan oleh KH. Djakri Nappu mengatakan hidup kita ini sesungguhnya amat singkat dan waktu mesti kita pergunakan dengan sebaik-baiknya.

“Kalau umur kita 70 tahun maka dikurangi 12 tahun sebelum akhil baligh dan dikurangi 1/3 dari total 70 tahun untuk tidur sekitar 19 tahun, waktu tidur ini terlalu panjang, oleh karena itu hendaklah tidur kita harus bernilai ibadah” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Baithul Qur’an yang beralamat di Anggoeya Kota Kendari ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.