Rusda Mahmud Janji Akan Tingkatkan Hasil Pertanian, Perkebunan dan Laut Masyarakat Wakatobi

SULTRALINE.ID, WAKATOBI – Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor urut 3 Rusda-Sjafei mengadakan kampenye tatap muka (ideologis) di Kabupaten Wakatobi, Juma’t (2/3/2018).

Dalam kampanye yang dipusatkan di Patuno ini, dihadiri lebih dari 500 orang dan di dominasi oleh ibu rumah tangga.

Dalam sambutannya Rusda Mahmud mengatakan bahwa Kabupaten Wakatobi, Bombana dan Kolaka Utara merupakan kabupaten kembar 3. Dikarenakan ketiga kabupaten itu berdiri hampir bersamaan. Namun melihat perkembangannya, kurang lebih 14 tahun, dari ketiga kabupaten itu Kolaka Utara-lah yang cenderung lebih maju dan berkembang sedikit.

“Saya menghimbau kepada hadirin yang datang, masyarakat harus berhati-hati dalam memilih pemimpin. Karena salah memilih pemimpin maka keterlambatan kemajuan dan perkembangan daerah bisa terjadi,” kata Rusda Mahmud

Melihat dari semangat dan partisipasi ibu-ibu rumah tangga yang hadir, Rusda Mahmud menjelaskan bahwa dalam tahun ketiga masa kepemimpinannya bersama Laode Muhamad Sjafei Kahar, pasangan Rusda-Sjafei akan fokus kepada pengembangan pola pikir masyarakat. “Bukan hanya pola pikir saja yang dikembangkan, tapi skill baik teknis maupun non teknis dari masyarakat akan kami kembangkan termaksud didalamnya ibu-ibu rumah tangga yang sudah sempatkan hadir pada hari ini,” ucap mantan Bupati Kolaka Utara dua periode ini.

Dalam tatap muka itu, Rusda Mahmud juga mencontohkan industri yang bahan dasarnya merupakan komoditi hasil pertanian dan perkebunan serta hasil laut Sultra yang bisa dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga.

“Kelapa, merupakan bahan dasar dari produksi Nata de coco dan itu bisa di kerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga. Rumput laut, bahan dasar dari produksi agar-agar. Itu juga bisa dikerjakan oleh para ibu-ibu rumah tangga,” bebernya

Rusda Mahmud menambahkan bahwa pengembangan pola pikir dan skill masyarakat tercangkup dalam pola kepemimpinannya bersama Sjafei Kahar.

“Konsep ini masuk dalam 3 langkah strategi 212 dalam percepatan pembangunan Sulawesi Tenggara. Dimana dalam dua tahun pertama kami akan fokus pada pembangunan infrastruktur, satu tahun untuk pengembangan pola pikir dan skill masyarakat dan dua tahun terakhir fokus pada implementasi dari skil masyarakat yang telah dikembangkan sebelumnya termaksut dalam kebijakan pemerintah dan permodalan usaha,” pungkas Rusda.

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.