Rilis BPS Sultra : Juli 2018 Kendari Alami Inflasi 0,66 Persen, Penyumbang Tertinggi Kelompok Bahan Makanan

SULTRALINE.ID, KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan tingkat Inflasi Kota Kendari pada Juli 2018, tercatat sebesar 0,66 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 130,40. Tingkat inflasi ini menurun dari Juli 2017 yang sebesar 1,27 persen dan tingkat inflasi Kota Kendari periode Januari-Juli 2018 sebesar 4,09 persen.

Kepala BPS Sultra Moh. Edi Mahmud, mengungkapkan, inflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan oleh naiknya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 2,25 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 1,54 persen; kelompok kesehatan 0,63 persen; kelompok sandang sandang 0,36 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,18 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,05 persen.

“Sementara kelompok yang tercatat deflasi yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,54 persen,” ujarnya, saat mengelar Konferensi pers di kantor BPS Sultra, Rabu 1 Agustus 2018.

Menurutnya, Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah tarif pulsa ponsel dan sayuran  seperti cabai rawit, kacang panjang, tomat sayur, bayam, kangkung. Kelompok akademi/perguruan tinggi, beras serta tomat buah ikui menyumbang inflasi. Selain itu, lanjut ia, ada pula komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah kelompok angkutan udara, kelompok ikan seperti ikan cakalang, ikan layang/benggol; bandeng/Bolu,kembung/gembung/banyar, cumicumi, dan bawang putih pepaya, mie kering instant, serta kelapa.

“Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi 68 kota tercatat inflasi dan 14 kota tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Sorong (Provinsi Papua Barat) 1,47 persen dan inflasi terendah tercatat di Banyuwangi dan Surabaya (Provinsi JawaTimur) masing-masing 0,03 persen,” katanya

Di tambahkan pula, sebelas kota di Pulau Sulawesi, sepuluh tercatat inflasi dan satu tercatat deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Bau-bau (Provinsi Sulawesi Tenggara) 1,20 persen dengan IHK 138,20. Sedang inflasi terendah tercatat di Gorontalo (Provinsi Gorontalo) dan Mamuju (Provinsi Sulawesi Barat) masing-masing 0,14 persen dengan IHK 128,69 dan 132,55.

Sekedar informasi, Tingkat inflasi periode yang sama Januari-Juli 2017 sebesar 5,82 persen dan laju inflasi year on year 5,84.

Laporan: Irdwan Jeko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.