Rektor USN Kolaka Salurkan Biaya Kedatangan Maba Penerima Program Bidik Misi 2018

SULTRALINE.ID, KOLAKA – Rona bahagia begitu terpancar pada mahasiswa baru (Maba) penerima bidik misi Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka. Pasalnya 354 Maba penerima bidik misi ini menerima pencairan awal uang program bidik misi. Mereka adalah pilihan dari seluruh mahasiswa di kampus USN kolaka yang akan menerima program bidikmisi. Suasana menjadi riuh saat penandatanganan pemberian biaya yang di lakukan pamerintah melalui pihak panitia kampus USN kolaka.

Secara simbolis Rektor USN Dr. Azhari memberikan kepada mahasiswa. Azhari menuturkan yang ditandatangani para mahasiswa itu adalah sebagai biaya transportasi, biaya makan dan lain-lain. Namun lain juga yang diterima melalui rekening para mahasiswa per semesternya selama delapan semester yang telah di atur oleh pemerintah. Namun jangan senang dulu yang di terima melalui amplop itu hanya sekali, itu untuk biaya makan, biaya perjalanan dan lain-lainnya, tapi yang continyu adalah dana yang mengalir selama delapan semester.Tapi ingat ada kriterianya sendiri.

Saat Sultraline.id bersama mereka di acara itu terus memantau hingga selesai, Kamis (29/11/2018). Tepat pukul 10.33 wita acara pun di mulai hingga selesai pukul 1 siang.

Sultraline.id kembali membidik Kabag Kemahasiswaan Lete di aula kampus usai acara bidikmisi. ia mengatakan bahwa program bidikmisi ini prosesnya panjang, di mulai dari pendaftaran di sekolah (dari sekolah itu) yang namanya SNMPTN.

“Kalau sudah mendaftar dan di nyatakan lulus dari pusat berarti dia punya nomor kapnya dari pusat, jadi yang menentukan lulus sebagai penerima mereka itu adalah panitia pusat SNMPTN, begitu juga SNMPTN mereka mendaftar masing-masing dan menembak bidikmisi. Dan kalau pusat menyetujui sebagai penerima berarti dia juga di tetapkan sebagai calon penerima jadi kita disini hanya sebagai panitia penyelenggara,” terang pak lete.

Lanjut ia, dari proses itu penerima bidik misi dari sekolah mereka mendaftar yang jalurnya SNMPTN secara online dengan bermohon ke panitia pusat dan kalau sesuai dengan berkasnya dan di terima, maka dia di tetapkan sebagai calon penerima  bidikmisi.

“Jadi USN Kolaka di tetapkan sebagai calon penerima bidikmisi. Jumlahnya itu sebanyak  lebih sementara yang di berikan pertama hanya 179 orang. Namun pada saat datang pak direktur DAMAN saat di wisuda kemarin dia menambahkan 75, jadi jumlah keseluruhan yang mendapat sebanyak 354 orang saja. Dan kenapa bisa dapat seperti itu dilihat kriterianya,” tuturnya.

Ia menambahkan, Rektor menginstruksikan kepada pengelola bahwa utamakan orang yang tidak mampu. Yaitu pertama anak yatim piatu, anak yatim, ada orang tuanya tapi cerai hidup yang mungkin mereka jadi korban , kemudian kita lihat juga orang tua apakah dia masih produktif atau tidak, itu juga di utamakan karena porsinya rawan berhenti kuliah karena masalah seperti itu.

“Pak Rektor tidak mau ada seperti itu. Dan harapan pemerintah itu sampai selesai kuliah. Namun ada target sampai delapan semester yaitu empat tahun harus selesai di situ. Artinya dia harus mencapai standar IPK yang di tetapkan oleh berkas jadi kita di sini standar minimum penerima bidikmisi IPKnya 2.50 setiap semester. Namun ketika  ada di bawa itu maka kita akan evaluasi artinya di berikan keringanan, satu semester dengan satu peringatan keras dan jika jika semester berikutnya bila dia tidak mencapai lagi 2.50  di bawanya maka berarti sudah dua kali berturut-turut maka kami akan matikan sebagai peserta bidik misi dan kira akan berikan pada orang lain. Para penerima bidik misi tetap kuliah, namun tidak bisa lagi menjadi peserta bidikmisi tutur pak lete sambil melihat peserta yang bergantian menandatangani uang ada di dalam amplop.

 

(Ketgam: Maba USN Kolaka Penerima bidik misi tahun 2018)

 

Dan di tempat yang sama penerima bidikmisi  dua mahasiswa yang tidak disebut namanya  berasal dari tanggetada dan Kolaka mengatakan sangat senang sekali  program bidikmisi ini, sangat membantu dalam proses kuliah mereka.

“kami tinggal belajar dan dana nya kita bisa buat keperluan kuliah kami,” ujarnya

Sedangkan mahasiswa yang satunya mengatakan biayanya juga ini akan mau bayarkan uang kost dan keperluan lainnya.

“Untuk pemerintah khususnya kepada pak Presiden Jokowi terima kasih ini semua atas perhatian pada kami yang masih menuntut ilmu dengan adanya program bidikmisi. moga kami bisa menggunakan sebaik-baiknya mungkin hingga kami lulus nanti,” pungkas mereka.

 

Laporan : Sri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.