Ratusan Pasangan Suami Istri Ikuti Itsbat Nikah di Tamkot Kendari

SULTRALINE.ID, KENDARI – Guna pemenuhan hak layanan dasar masyarakat, kerja sama antara Kementerian Agama Kota Kendari, Pengadilan Agama Kelas IA Kendari dan Pemerintah Kota Kendari, menggelar program Itsbat Nikah di Taman Kota (Tamkot), Kendari (6/12/2018).

Dalam pelayanan sidang terpadu ini diantaranya melayani pencatatan nikah dan pencatatan kelahiran.

Drs. Abdul Rauf, selaku Kabag kesra Kota Kendari, menjelaskan, dokumen-dokumen masuk yang akan ikut itsbat setelah pengadilan memverifikasi ada 160 pasangan hari ini yang diitsbatkan, masing-masing pasangan membawa dua saksi. Segala kebutuhan sidang itsbat dibebankan kepada pemerintah kota Kendari.

“Sebenarnya semua ini berjalan terpadu, hanya dasar hukumnya ini tidak bisa juga terbit surat nikah kalau belum ada sidang, sidang itsbat dulu yang menentukan, itsbatnya nikah dulu disidangkan. Setelah terbit itu, langsung keluar buku surat nikah, tapi kan ada prosesnya apa segala macam, ini kan hanya acaranya simbolis saja, bahwa ini sudah berjalan. Kemudian begitu pula untuk mengambil surat akta kelahiran di Capil, dasarnya juga kan surat nikah. Nah, terbit surat nikah, dia bawa disana surat nikahnya, kalau anaknya belum punya akta, ya diajukanlah kesana,” terang Abdul Rauf.

Abdul Rauf juga menghimbau kepada masyarakat Kota Kendari agar tidak segan-segan untuk mengkomunikasikan persoalan surat nikah, pasalnya itu sangat penting ketika mengurus dokumen seperti KTP dan KK.

“Kita himbau masyarakat, bagi yang belum memiliki surat nikah, ya memang sudah menikah, dihimbau untuk selalu melakukan komunikasi jangan segan-segan masyarakat kita karena persoalan surat nikah ini kan sangat penting, pelayanan dasar yang paling mendasar adalah surat nikah, orang mau berurusan bagaimana pelayanan dasar mereka kalau tidak ada surat nikah,” imbuhnya.

(Ketgam : Pasangan Suami istri saat mengikuti sidang itsbat Nikah di Tamkot Kendari)

“Himbauan kita dari pemerintah silahkan berkomunikasi dengan para KUA, Kepala Urusan Agama di Kecamatan masing-masing, kemudian juga bisa ke pengadilan, ya katakanlah tadi dia ini sudah menikah tapi belum punya surat nikah, ke pengadilan. Pengadilan pasti carikan solusi, apakah ada program yang seperti ini, boleh dikata ini cuma-cuma, pemerintah yang bantu pembiayaannya, atau ada juga program dari Kementerian Agama maupun dari pengadilan itu sendiri,” bebernya.

Dari pantauan, yang mengikuti itsbat Nikah ini, salah satunya pasangan suami istri, Sarmin (31) dan Murni (36) asal Puuwatu yang sudah menikah kurang lebih 10 tahun yang lalu. Ada juga pasangan berumur 18 tahun menikah pada bulan Juni lalu.

Laporan : Wiwin Erwianto dan Wiwin Karliani/KSL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.