July 21, 2019
You can use WP menu builder to build menus

SULTRALINE.ID, KENDARI – PT. Gema Kreasi Perdana (GKP) terus lakukan pembersihan atau perapian lahan Perusahaan tambang yang terletak di Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara  Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan pembersihan lahan yang telah dibebaskan pemiliknya dan telah diganti untung oleh pihak perusahaan.

 

Hal itu disampaikan Humas PT. GKP, Marlion, saat dihubungi melalui via WhatsAppnya, Rabu (10/7/2019)

 

 

“Jadi lahan yang kami bersihkan itu telah kami ganti untung tanam tumbuhnya dari pemilik yakni keluarga Yasri,” kata Marlion.

 

Lebih jauh ia menjelaskan, pihaknya mulai membersikan lahan itu sejak pagi hari sekira pukul 8.30 Wita. Namun tiba-tiba setelah berjalan tiga jam datanglah seorang ibu bernama Marwah menghalau yang mengaku sebagai pemilik lahan. Sementara lahan ini sudah dibebaskan pihak perusahaan.

 

“Kami sudah memberikan ganti untung tanam tumbuh kepada bapak yasri sesuai dengan surat keterangan yang ditandatangani pemerintah desa setempat dan dilengkapi dengan surat surat pendukung lainnya sehingga kami memiliki hak untuk melakukan perapian atas tanam tumbuh tersebut.kami juga tetap menghormati semua pihak yang ada dan dengan itikad baik kami hentikan perapian tanam tumbuh tersebut sambil mendudukkan antara pak yasri dan ibu marwah,” ungkapnya.

 

Marlion menambahkan, pihaknya sampai sejauh ini belum melakukan aktifitas penambangan berupa eksploitasi, melainkan hanya sebatas pembersihan lahan.

 

“Perusahaan kami belum menambang, belum ada aktifitas eksploitasi, murni hanya pembersihan lahan saja,” tegasnya.

 

Sebelumnya pihak PT. GKP mendapat penghadangan dua orang warga yang mengaku pemilik lahan. Dua warga tersebut adalah Abaruddin dan istrinya Marwah. Ke duanya menghalau alat berat yang sedang melakukan pembersihan lahan.

 

Dalam vidio yang beredar di media sosial, Marwah mengaku tidak pernah menjual lahan tersebut. Sehingga dia berdiri dan meminta agar dihentikan aktifitas pembersihan lahan yang sudah masuk di area lahan miliknya.

 

“Yang pastinya kami menaati regulasi yang ada dan kami tak ingin ada masyarakat yang dirugikan,” pungkasnya

 

Laporan : TIM

No Comments